Selain Ambalat, kedua pemimpin juga membahas isu-isu perbatasan lainnya, termasuk kawasan Sabah, dan menegaskan pentingnya penyelesaian cepat dan adil demi memperkuat hubungan bilateral yang selama ini sudah erat.
Sebagai informasi, sengketa Ambalat merupakan konflik maritim antara Indonesia dan Malaysia terkait klaim wilayah laut yang tumpang-tindih. Isu ini berkaitan dengan blok kaya minyak dan gas di Laut Sulawesi.
Setelah Mahkamah Internasional memutuskan Sipadan dan Ligitan menjadi wilayah Malaysia tahun 2002, Indonesia mengubah baseline perairan dan Ambalat pun lepas dari perairan domestik Indonesia.
Prabowo dan Anwar sepakat bahwa potensi perdagangan bilateral kedua negara belum dimaksimalkan secara optimal, padahal keduanya memiliki kekuatan demografi dan sumber daya yang kaya.
Adapun Indonesia maupun Malaysia menyampaikan komitmen untuk memperluas kolaborasi di bidang-bidang strategis lainnya, termasuk perdagangan, investasi, pendidikan, riset teknologi hingga kebudayaan.
(art/ros)






























