Respons Produsen Benang, Mendag: Kepentingan Hilir Lebih Besar
Sultan Ibnu Affan
26 June 2025 20:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso kembali menanggapi soal protes Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), yang bergerak dalam sektor industri hulu tekstil soal penolakan pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD) atas impor benang filamen sintetis tertentu asal China.
Busan, sapaan akrabnya, menilai jika pemerintah lebih mementingkan industri hilir tekstil yang dinilai menjadi penopang terbesar industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di dalam negeri.
"Justru industri hilir industri tekstil yang besar, yang mewakili tekstil itu industri hilirnya. Kita juga harus melihat kepentingan itu, kepentingan yang lebih besar," ujar Busan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Apalagi, kata Busan, keputusan penolakan tersebut juga telah didukung antarkementerian lain yang turut berkontribusi dalam pengambilan keputusan penolakan usulan yang dilakukan oleh komite anti dumping indonesia (KADI) beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, APSyFI, yang bergerak dalam sektor industri hulu tekstil menolak putusan otoritas perdagangan tersebut. Ketua Umum APSyFI Redma Gita Wiraswasta mengatakan, hal itu membuat industri hilir dalam negeri terpengaruh dengan daya saing harga.































