Logo Bloomberg Technoz

Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi BEI mendorong partisipasi anak usaha BUMN yang tergabung dalam Danantara,  holding BUMN pasar modal yang baru dibentuk pemerintah agar tidak hanya mendukung dari sisi IPO, tetapi juga menjaga likuiditas pasca-pencatatan saham.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyatakan bahwa meski saat ini hanya Anggota Bursa yang dapat bertindak sebagai liquidity provider, pihaknya membuka peluang kerja sama dengan Danantara untuk mendorong anak-anak usaha BUMN yang telah memiliki status Anggota Bursa mengambil peran lebih aktif dalam fungsi ini.

“Ini krusial untuk emiten lighthouse dan saham-saham dalam daftar efek liquidity provider. Bisa meningkatkan pendalaman pasar, likuiditas, dan kepercayaan investor,” kata Nyoman.

Saat ini BEI menargetkan lima IPO lighthouse sepanjang 2025, dengan tiga di antaranya sudah tercatat: PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI). PT Cipta Daya Informatika Asia (CDIA) tengah dalam proses pencatatan, dan satu calon emiten lainnya masih dalam pipeline.

(dhf)

No more pages