Logo Bloomberg Technoz

Hal tersebut disampaikan Putin usai menerima kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Kamis (19/6/2025) petang, waktu setempat.

Dalam kesempatan itu, Putin mengatakan Rosneft bersama PT Pertamina melaksanakan proyek bersama membangun kilang minyak dan kompleks petrokimia di Jawa Timur.

"Perusahaan Rosneft dan perusahaan Pertamina melaksanakan proyek bersama membangun kilang minyak dan kompleks petrokimia di provinsi Jawa Timur," ujar Putin dalam keterangannya yang disampaikan secara virtual.

Kendati demikian, Putin tidak mengelaborasi dengan lengkap ihwal tindak lanjut komitmen Rusia tersebut, termasuk soal keputusan akhir investasi atau final investment decision (FID).

GRR Tuban memang telah lama terkatung-katung akibat Rosneft tidak kunjung memberikan FID dengan Pertamina untuk melanjutkan proyek kilang raksasa berkapasitas olah minyak mentah 300.000 barel per hari itu.

Rosneft menjadi salah satu perusahaan migas Rusia yang terimbas sanksi dari negara-negara Barat imbas invasi terhadap Ukraina sejak awal 2022; yang menyasar pada akses pendanaan, teknologi, hingga jasa konstruksi kilang.

Kementerian ESDM sendiri pernah menegaskan Rusia masih berkomitmen untuk melanjutkan investasi megaproyek GRR Tuban.

Di sisi lain, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mengungkapkan taksiran nilai investasi megaproyek GRR atau Kilang Tuban belakangan makin lebar.

Direktur Utama PT KPI Taufik Adityawarman membeberkan nilai investasi proyek Kilang Tuban itu kini berada di angka US$23 miliar atau sekitar Rp377,31 triliun dari rencana awal senilai US$13,5 miliar atau sekitar atau Rp220 triliun.

“Proyeksi [investasinya] pasti lebih, dampak time value of money, [angkanya] US$23 miliar,” kata Taufik di sela  kegiatan IPA Convex di ICE BSD, Selasa (20/5/2025).

Proyek yang dikerjakan PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) itu molor dari target FID yang ditagih Kementerian ESDM  tahun lalu.

Pertamina melalui anak perusahaannya, KPI menguasai 55% saham PRPP, sedangkan 45% sisanya dikuasai oleh afiliasi Rosneft di Singapura, Rosneft Singapore Pte Ltd (dahulu Petrol Complex Pte Ltd).

(mfd/wdh)

No more pages