Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Soal FID Rosneft di Kilang Tuban: Keekonomian Belum Cocok

Mis Fransiska Dewi
24 June 2025 17:20

Logo Rosneft Oil Co./Bloomberg-Simon Dawson
Logo Rosneft Oil Co./Bloomberg-Simon Dawson

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan hingga saat ini pemerintah masih berhitung ihwal investasi dan nilai keekonomian megaproyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban.

Megaproyek kilang tersebut digarap oleh anak usaha raksasa migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, melalui usaha patungan bersama PT Pertamina.

“Setelah dihitung kembali antara investasi dan nilai ekonominya masih terjadi review kembali lah. Belum pas, bahasa ekonominya itu tidak boleh saya sebutkan, tetapi belum pas aja. Belum cocok,” kata Bahlil di sela kegiatan Jakarta Geopolitical Forum 2025, Selasa (24/6/2025).


Bahlil mengatakan pemerintah terus mengevaluasi proyek dengan nilai investasi sebesar US$24 miliar atau sekitar Rp392,4 triliun (asumsi kurs Rp16.350 per dolar AS) tersebut.

Grass root refinery (GRR) Tuban./dok. PT Pertamina Rosneft

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan sinyal bahwa afiliasi PJSC Rosneft Oil Company di Singapura, Rosneft Singapore Pte Ltd., masih berkomitmen untuk melanjutkan investasi Kilang Tuban.