Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Ungkap Rusia Akan Investasi Rp165 T Lebih di Hulu Migas RI

Mis Fransiska Dewi
24 June 2025 08:40

Pekerja memeriksa dongkrak pemompaan minyakdi lokasi pemompaan, yang dioperasikan oleh Rosneft PJSC di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov
Pekerja memeriksa dongkrak pemompaan minyakdi lokasi pemompaan, yang dioperasikan oleh Rosneft PJSC di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Rusia akan berinvestasi lebih dari US$10 miliar atau sekitar Rp164,8 triliun (asumsi kurs Rp16.490 per dolar AS) di sektor hulu migas Indonesia.

Investasi tersebut, lanjutnya, dialokasikan untuk kegiatan eksplorasi lapangan migas tua yang kurang produktif dengan pemanfaat teknologi dari Moskwa. Dia juga mensinyalir salah satu lokasi yang disasar Rusia adalah Blok Tuna di lepas pantai Natuna bagian utara.

“Kalau tambang sudah jelas berapa investasinya, tetapi kalau di migas ini enggak jelas ya harus kita cek dahulu maunya di mana; di sumur mana. [Hal] yang jelas yang jelas di atas US$10 miliar,” kata Bahlil dalam wawancara dengan Liputan6 TV, Senin (23/6/2025), malam.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Kamis (5/6/2025). (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska Dewi)

Bahlil menuturkan pemerintah telah menyerahkan data sumur-sumur migas kepada calon investor Rusia.

Akan tetapi, besaran nilai investasi Negeri Beruang Merah untuk menggarap sumur-sumur tua tersebut baru akan jelas setelah perwakilan mereka datang ke Indonesia dalam waktu dekat.