Logo Bloomberg Technoz

Blok Tuna Tetap Dipegang Rusia, RI Diminta Siap Mitigasi Risiko

Mis Fransiska Dewi
19 June 2025 12:30

Produksi gas lepas pantai Husky-CNOOC Madura Limited. (Dok: Perusahaan)
Produksi gas lepas pantai Husky-CNOOC Madura Limited. (Dok: Perusahaan)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) menilai pemerintah harus menyiapkan mitigasi jika Blok Tuna tetap dipegang oleh BUMN migas Rusia, JSC Zarubezhneft.

Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal berpendapat sebenarnya sah-sah saja Rusia terlibat dalam investasi hulu migas di Tanah Air, kendati sektor energi negara tersebut tengah dibombardir sanksi oleh aliansi Barat.

Toh, menurut Moshe, Indonesia adalah negara berdaulat yang tidak memihak manapun sehingga bebas untuk menentukan berbisnis dengan negara mana saja. Pun demikian, dia tidak menampik, berbisnis dengan Rusia memiliki sederet risiko.


“Dari sisi, misalkan, equipment, ya itu kan pasti ada logistik dan lain sebagainya yang mungkin terkena embargo. Nah, ini memang harus dipikirkan dengan Rusia. Kalau memang [pihak] Rusia ada solusinya dan itu aman dari sisi embargo, [maka] aman bagi Indonesia, aman juga bagi proyeknya,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (19/6/2025). 

Dok. Zarubezhneft

Menurut Moshe, selama Indonesia tidak melanggar ranah hukum apa pun, tidak ada salahnya pemerintah mendorong atau mengundang perusahaan dari berbagai negara untuk masuk ke proyek hulu migas di dalam negeri.