Langkah-langkah tersebut sekaligus merespons tantangan industri yang tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tercatat, Net Interest Margin (NIM) perbankan per April 2025 turun ke level 4,45%, dipengaruhi oleh ketatnya likuiditas, persaingan dalam penghimpunan dana, dan kompetisi dari instrumen investasi lain. Di saat yang sama, meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia mulai menurun, transmisi ke suku bunga dana dan kredit belum berjalan optimal.
Dengan berbagai inisiatif strategis ini, BNI berharap dapat menjaga margin keuntungan secara berkelanjutan di tengah kondisi pasar yang dinamis. Kombinasi strategi efisiensi, digitalisasi, dan fokus pada dana murah merupakan langkah penting untuk menjaga NIM hingga akhir tahun.
Langkah tersebut mencerminkan kesiapan BNI dalam menghadapi tantangan industri sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
(tim)






























