Menurut para analis industri, diperkirakan ada sekitar 20.000 terminal Starlink yang beroperasi di Iran melalui jalur pasar gelap, mengutip The Economic Times, Rabu (18/6/2025). Selain itu, fitur komunikasi langsung antara ponsel dan satelit yang dimiliki Starlink juga turut berfungsi, memperluas jangkauan layanan bahkan bagi pengguna tanpa terminal.
Pembatasan internet oleh Iran terjadi di tengah meningkatnya konflik militer dengan Israel.
Militer Israel pada Sabtu menyatakan telah melancarkan serangan terhadap puluhan peluncur rudal di berbagai wilayah Iran, sebagai respons atas rentetan serangan balik Iran terhadap fasilitas militer dan nuklir Israel.
Israel juga melaporkan dua korban jiwa dari kalangan sipil akibat serangan roket yang menghantam kawasan permukiman. Pertukaran serangan terus berlanjut meskipun telah ada seruan internasional untuk menurunkan eskalasi.
Komandan angkatan udara Israel menggambarkan serangan malam di wilayah Teheran sebagai operasi yang memiliki "signifikansi operasional dan nasional."
Pemerintah Iran disebut mengambil langkah pemadaman internet untuk mencegah potensi gejolak sosial, strategi yang sebelumnya juga digunakan saat gelombang protes rakyat. Namun, pengaktifan Starlink oleh Elon Musk dapat menyulitkan upaya pemerintah dalam mengendalikan arus informasi di tengah krisis militer yang sedang berlangsung.
(prc/wep)





























