Toh, kata Prabowo, setiap pemerintahan memang tak akan bisa memuaskan semua pihak. Selalu akan ada kritik sebagai suatu yang normal dalam negara demokrasi. Dia sendiri berpegang pada kinerja yang selalu dievaluasi.
Hingga saat ini, kata dia, sejumlah kesalahan komunikasi para pejabat kabinet ke masyarakat belum merupakan masalah besar, dan masih bisa dimaafkan.
“Kita punya tim yang baik. Kita nggak ada orangnya siapa, orangnya siapa, tidak ada. Kita menganut azas ya falsafah kesetiaan kepada kelompok dan partai berhenti pada saat kesetiaan kepada negara mulai,” ungkap dia.
Menurut Prabowo, partai-partai pada koalisinya juga telah memberikan kader-kader yang terbaik. Hal ini membuat sejumlah program dan target pembangunannya juga mulai tercapai.
“Jadi saya melihat bahwa, saya percaya pertumbuhan ekonomi kita akan baik. Kita akan bikin kaget banyak orang,” kata dia.
Seluruh pernyataan ini berbeda dari isi Pidato pada awal Juni lalu. Dalam pidatonya, Prabowo melontarkan ancaman terhadap para pejabat di kabinetnya yang dianggap tak mampu menjalankan tugas dan tak bersih atau terindikasi melakukan korupsi. Saat itu, presiden meminta para pejabat tersebut lebih dulu mengundurkan diri sebelum dipecat melalui proses reshuffle kabinet.
(azr/frg)


























