Kapal layar berbendera Inggris itu kemudian dialihkan ke Pelabuhan Ashdod, Israel, dan seluruh 12 awaknya dipindahkan ke Bandara Ben Gurion pada malam hari.
Para aktivis membawa sejumlah kecil bantuan kemanusiaan, termasuk beras dan susu formula bayi. Mereka menyatakan tujuan pelayaran ini adalah untuk menarik perhatian internasional terhadap krisis kemanusiaan di Gaza yang telah luluh lantak akibat perang berkepanjangan.
Namun pemerintah Israel menepis aksi tersebut dan menyebutnya sebagai "aksi pencitraan pro-Hamas".
“Jumlah bantuan yang sangat sedikit di atas kapal itu — yang belum dikonsumsi oleh para ‘selebriti’ — akan kami salurkan ke Gaza melalui jalur bantuan kemanusiaan yang sesungguhnya,” ujar Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataannya.
Israel juga merilis foto Greta Thunberg yang tengah duduk di dalam pesawat sebelum diberangkatkan ke Paris. Diketahui, Thunberg selama ini dikenal menolak bepergian dengan pesawat karena emisi karbon yang dihasilkan industri penerbangan.
Pada hari Senin, penyelenggara pelayaran merilis sebuah video yang memperlihatkan Thunberg di atas kapal sebelum disergap pasukan Israel. Dalam video itu, ia menyatakan bahwa jika kapal mereka ditahan, maka tindakan tersebut sama saja dengan "penculikan" dirinya dan awak lainnya di perairan internasional oleh Israel.
(del)




























