Dari deretan saham yang turun, sebagian merupakan konstituen LQ45. Berikut 10 saham LQ45 yang pergerakannya sepanjang hari ini masih tertinggal dengan arah IHSG, berdasarkan data Bloomberg.
- INCO melemah 5,39% ke posisi Rp3.510/saham
- ANTM melemah 5,22% ke posisi Rp3.270/saham
- KLBF melemah 1,88% ke posisi Rp1.570/saham
- MAPA melemah 1,43% ke posisi Rp690/saham
- EXCL melemah 1,36% ke posisi Rp2.170/saham
- CPIN melemah 1,23% ke posisi Rp4.800/saham
- ADRO melemah 0,94% ke posisi Rp2.100/saham
- ESSA melemah 0,84% ke posisi Rp590/saham
- BRIS melemah 0,78% ke posisi Rp2.550/saham
- ADMR melemah 0,49% ke posisi Rp1.025/saham
Polemik Tambang di Raja Ampat, Saham ANTM Turun 5%
Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terpeleset amat dalam. Melemahnya harga saham ini sejalan dengan polemik yang tengah terjadi di tambang nikel milik GAG Nikel, Raja Ampat, Papua.
Sebagai informasi, GAG Nikel merupakan anak usaha Antam (ANTM).
Harga saham ANTM hingga jeda Sesi I turun 180 poin atau ambles 5,22% ke level Rp3.270/saham. Penurunan ini terjadi setelah saham ANTM dibuka melemah ke level Rp3.350/saham.
Saham ANTM sejatinya sempat menguat hingga ke level Rp3.420/saham, sebelum langsung terjerembab di zona merah hingga menyentuh level terendah sejak pagi ke level Rp3.230/saham.
Nilai transaksi sampai siang hari ini mencapai Rp843 miliar usai 254 juta saham ditransaksikan. Frekuensi yang terjadi sebanyak 41.242 kali.
Analis Algoresearch Alvin Baramuli mengatakan, isu tambang GAG Nikel di Raja Ampat memang bisa menimbulkan sentimen negatif untuk Antam, untuk jangka pendek.
Namun untuk jangka panjang, ini perlu konfirmasi lebih lanjut. "Implikasi jangka panjang untuk kinerja keuangan Antam seharusnya bisa dikelola selama aktivitas pertambangan dikembalikan ke GAG," terang Alvin dalam risetnya, Selasa (10/6/2025).
Alvin melanjutkan, yang menjadi catatan adalah, produksi nikel GAG berkontribusi antara 5%-7% terhadap produksi keseluruhan Antam.
"Sehingga, semakin lama aktivitas tambang dihentikan, sentimen negatif untuk Antam semakin substansial."
(fad)



























