Presiden AS Donald Trump dalam unggahan di media sosial menyebut perundingan ini akan berjalan “sangat baik”.
Dialog dagang AS-China membuka harapan bahwa perang dagang antara 2 kekuatan ekonomi terbesar dunia bisa terhindarkan. Ini akan membuat arus perdagangan lebih semarak, dan ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi. Risiko resesi pun mungkin bisa dihindari.
Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Jika situasi kondusif, maka biasanya investor akan memilih aset berisiko yang bisa memberi keuntungan secara lebih instan.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana proyeksi harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas memang masih bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 51.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas tidak jauh dari 50, sehingga boleh dibilang cenderung netral.
Menariknya, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 0. Paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).
Sedangkan indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 54. Artinya, volatilitas harga emas sedang minim.
Hari ini, ada harapan harga emas bisa bangkit. Maklum, harga sudah turun lumayan dalam.
Cermati pivot point di US$ 3.316/troy ons. Dari sini, ada potensi harga emas menguji target resisten di US$ 3.334/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5.
Adapun target support terdekat adalah US$ 3.300/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga emas ke arah US$ 3.273/troy ons.
(aji)






























