Perundingan Dagang AS-China Lanjut, Fokus ke Mineral Tanah Jarang
News
09 June 2025 06:30

Catherine Lucey dan Daniel Flatley - Bloomberg News
Bloomberg, Negosiator dagang utama dari Amerika Serikat (AS) dan China dijadwalkan menggelar pertemuan baru di London pada Senin (9/6/2025), memberikan secercah harapan bahwa dua ekonomi terbesar dunia ini dapat meredakan ketegangan terkait dominasi China atas mineral tanah jarang (rare-earth minerals).
Kedua pihak sebelumnya saling menuduh telah mengingkari kesepakatan yang dicapai di Jenewa pada Mei lalu, ketika mereka mencoba meredam perang dagang. Hubungan antara kedua negara semakin memburuk sejak Donald Trump kembali menjabat di Gedung Putih, memicu ketidakpastian bagi pelaku usaha dan investor.
Pada Sabtu, China mengumumkan telah menyetujui sejumlah aplikasi ekspor mineral tanah jarang, meski tidak menyebutkan negara atau industri mana yang akan menerima pasokan tersebut. Pernyataan itu muncul setelah Trump mengatakan pada Jumat bahwa Presiden China Xi Jinping telah setuju untuk memulai kembali pengiriman mineral dan magnet yang berbahan dasar mineral tersebut.
“Kami ingin agar pasokan mineral tanah jarang dan magnet, yang sangat penting bagi ponsel dan perangkat lainnya, kembali mengalir seperti sebelum awal April. Kami tidak ingin detail teknis memperlambat proses itu,” ujar Kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, dalam program Face the Nation CBS pada Minggu. “Dan itu sudah jelas bagi mereka.”
































