Data ini menjadi penegas bahwa ekonomi AS sedang tidak baik-baik saja, butuh berbagai stimulus. Salah satunya tentu dari sisi moneter dengan penurunan suku bunga acuan.
Berdasarkan dot plot terkini, bank sentral Federal Reserve diperkirakan bisa menurunkan suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin (bps) tahun ini.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Analisis Teknikal
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas cukup nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 57. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 76. Menghuni area beli (long) yang cukup kuat, bahkan sudah hampir jenuh (overbought).
Sedangkan indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 55. Menunjukkan volatilitas harga emas sedang minim.
Untuk perdagangan hari ini, investor patut waspada dengan risiko penurunan harga emas. Cermati pivot point di US$ 3.368/troy ons.
Jika tertembus, maka ada kemungkinan harga emas akan menguji target support US$ 3.335/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Target selanjutnya ada di US$ 3.301/troy ons yang menjadi MA-20.
Adapun target resisten terdekat adalah US$ 3.383/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi mendongkrak harga emas menuju rentang US$ 3.393-3.397/troy ons.
(aji)


























