Logo Bloomberg Technoz

Setelah reli yang kuat pada Mei, tiga hari kenaikan beruntun di awal Juni telah mendorong S&P 500 mendekati rekor tertingginya yang dicapai pada 19 Februari lalu.

“Kenaikan yang lambat dan terkesan hati-hati ini mungkin mencerminkan berkurangnya dampak langsung maupun tidak langsung dari tarif terhadap laba perusahaan, ditambah momentum positif dari revisi estimasi laba AS dalam beberapa pekan terakhir,” ujar Mark Hackett, kepala strategi pasar di Nationwide.

Sebelumnya, data dari ADP Research menunjukkan laju perekrutan melambat ke level terendah dalam dua tahun, dengan sektor jasa bisnis serta pendidikan dan kesehatan kehilangan tenaga kerja. Data itu disusul oleh indeks jasa dari Institute for Supply Management (ISM) yang menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam hampir setahun terakhir.

Sementara itu, survei bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) terhadap pelaku usaha di berbagai wilayah juga mencatat bahwa aktivitas ekonomi AS sedikit menurun dalam beberapa pekan terakhir, menandakan bahwa tarif dan ketidakpastian yang tinggi masih membebani perekonomian.

Angka ketenagakerjaan tersebut menjadi sorotan menjelang laporan tenaga kerja pemerintah AS yang dijadwalkan rilis Jumat mendatang.

“Laporan ADP menunjukkan bahwa dampak dari ketidakpastian kebijakan selama berbulan-bulan mulai memengaruhi keputusan perekrutan perusahaan,” kata Adam Crisafulli dari buletin Vital Knowledge.

Laporan ini juga mendorong Donald Trump untuk mengomentari melalui media sosial bahwa Gubernur The Fed Jerome Powell seharusnya mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga.

Sementara itu, perkembangan negosiasi dagang masih memberikan sinyal beragam. Trump mengatakan dalam unggahannya bahwa Presiden China Xi Jinping sulit diajak mencapai kesepakatan. Namun, Komisaris Perdagangan Uni Eropa menyatakan kepada media bahwa pembicaraan dagang dengan AS bergerak ke arah yang “positif.”

Saat ini, fokus investor tertuju pada perkembangan lanjutan seputar negosiasi tarif serta laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat. Berdasarkan survei Bloomberg, para ekonom memperkirakan AS menciptakan sekitar 130.000 lapangan kerja pada Mei, turun dari 177.000 pada April. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,2%.

Di kancah geopolitik, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan siap bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin meskipun tanpa mekanisme pemantauan gencatan senjata.

(bbn)

No more pages