Padahal, hubungan dagang kedua negara sedang diperkuat di tengah tensi perang dagang global yang dipicu oleh kebijakan proteksionis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Awal bulan ini, Brasil juga telah menghentikan pengiriman ayam ke China dan Uni Eropa selama 60 hari setelah kasus flu burung patogenik tinggi pertama terdeteksi di sebuah peternakan komersial di negara tersebut.
Sebagai produsen sekitar sepertiga ekspor daging ayam dunia, Brasil mengirim lebih dari 10% produknya ke China sepanjang 2024, berdasarkan data dari Departemen Pertanian AS.
Nilai perdagangan bilateral unggas antara Brasil dan China pada 2024 tercatat mencapai sekitar US$1,5 miliar menurut data bea cukai China.
(bbn)
No more pages






























