Pejabat Eropa mengatakan pernyataan Zelenskiy sejalan dengan penilaian mereka sendiri. Ia menyebut China tampaknya juga telah mengurangi pengiriman sejumlah komponen drone—seperti magnet untuk motor—ke negara-negara Barat, sembari meningkatkan pengiriman ke Rusia.
"Ketika ada yang bertanya apakah China membantu Rusia, bagaimana kita harus menilai langkah-langkah ini?" kata Zelenskiy.
Bloomberg sebelumnya melaporkan pabrikan China mulai membatasi penjualan komponen penting ke AS dan Eropa sejak akhir tahun lalu—langkah yang diyakini pejabat Barat sebagai awal dari pembatasan ekspor yang lebih luas.
Beijing sendiri berulang kali menyatakan mereka mengontrol ekspor barang dual-use, yakni produk sipil yang juga bisa digunakan untuk kepentingan militer.
"Sikap China terhadap isu Ukraina konsisten dan jelas: kami berkomitmen untuk menghentikan perang dan mendorong dialog damai," tulis Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan resminya kepada Bloomberg News.
"China tidak pernah memasok senjata mematikan ke pihak manapun dan secara ketat mengendalikan barang-barang dual-use. Kami menolak tuduhan tak berdasar dan manipulasi politik."
Laporan Bloomberg tahun lalu mengungkap kerja sama perusahaan China dan Rusia dalam pengembangan drone tempur. Sebagai respons, AS dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan China karena dianggap membantu produksi drone Rusia dan menyediakan komponen penting. Paket sanksi terbaru juga telah disahkan Uni Eropa awal bulan ini.
Meski ketimpangan mulai mengecil dibanding tahun lalu, Rusia tetap unggul dalam jumlah peluru artileri dibandingkan Ukraina. Untuk mengatasi kekurangan itu, Kyiv kini sangat mengandalkan drone dalam perang habis-habisan.
Pada Maret, Ukraina meluncurkan proyek bernama Drone Line yang bertujuan menciptakan "zona maut" sepanjang 15 kilometer dari garis depan untuk membatasi manuver pasukan Rusia dan memberikan dukungan udara bagi infanteri Ukraina.
Zelenskiy mengatakan Kyiv telah meminta bantuan keuangan dari negara-negara sekutu untuk mendukung produksi drone dalam negeri. Ukraina menargetkan dapat memproduksi 300 hingga 500 unit setiap 24 jam.
"Tidak ada masalah kapasitas produksi," tegasnya. "Masalahnya ada di pendanaan."
(bbn)





























