“Motor kita sekitar 140 juta [unit] yang di jalan, ini sebagian untuk bagaimana melakukan substitusi terhadap pemakaian BBM dalam rangka mendorong transisi energi,” kata dia.
Dalam rapat itu, Prabowo turut memangkas proyek hilirisasi tahap pertama menjadi 18 proyek, yang awalnya dipatok hingga 21 proyek.
Adapun, 18 proyek yang masuk ke dalam program hilirisasi fase pertama itu bakal menelan investasi sebesar US$45 miliar atau sekitar Rp730 triliun (asumsi kurs Rp16.230 per dolar AS).
“Kami membahas tindak lanjut proyek hilirisasi yang tadinya 21 proyek sekarang menjadi 18 proyek. Total investasinya kurang lebih sekitar hampir US$45 miliar,” kata Bahlil.
Sebelumnya, proyek hilirisasi fase pertama sempat mencakup 21 proyek dengan nilai investasi mencapai US$40 miliar atau sekitar Rp659,2 triliun. Rencanannya, proyek hilirisasi itu bakal didanai oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Selepas persamuhan tadi, Bahlil memastikan 18 proyek yang masuk fase pertama itu terdiri dari hilirisasi bijih nikel, bauksit, kilang, storage, perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga ekosistem baterai kendaraan listrik.
Adapun, sejumlah proyek yang masuk program hilirisasi fase pertama ini bakal mulai dilaksanakan atau groundbreaking pada Juni 2025.
(naw)



























