Logo Bloomberg Technoz

Rikky mengatakan SKK Migas akan lebih getol mendorong KKKS untuk “mawas diri” dalam mengerjakan WK yang menjadi garapannya.

Dia juga mengundang KKKS yang tidak kunjung menggarap WK-nya untuk mendiskusikan apa saja yang menjadi kendala, serta bantuan apa yang dibutuhkan dari SKK Migas.

“Kalau masalahnya finansial, ayo kami carikan investor yang bonafide untuk bisa disampaikan,” lanjutnya.

SKK Migas juga akan mengadakan pertemuan-pertemuan sponsor untuk menghubungkan KKKS dengan SKK Migas selaku fasilitator kepada lender atau pemberi dana

Rikky menambahkan KKKS akan diberi waktu 5 tahun untuk segera mencapai target onstream setelah PoD atas WK-nya disetujui.

“Kalau tidak sesuai ketentuan kontrak kerja sama, kita bisa minta wilayah kerja itu kembali.” 

“Nah jadi untuk [WK] yang idle, sekarang ada kepmen ya 2 tahun tidak diapa-apakan, terus 3 tahun harus ada jawaban mau dipegang sendiri, mau dikerjasamakan, atau akhirnya mau dikembalikan ke negara untuk ditender ulang,” terang Rikky.

Bahlil sebelumnya menyebut masih terdapat 10 WK hulu migas di Indonesia yang sudah disetujui rencana pengembangannya, tetapi mangkrak.

Kapasitas yang bisa diperoleh jika 10 WK tersebut dikembangkan padahal disebut mencapai 31.300 barel per hari (bph).

“Bahkan ada yang sudah jalan sekitar 17 PoD dengan total produksi 360 juta barel minyak dan 18.351 BCF gas, ini juga belum kita jalankan. Untuk itu, kami di ESDM terpaksa melakukan hal-hal yang di luar kelaziman. Kalau tidak, lifting akan segitu-segitu saja,” ujarnya di sela pergelaran IPA Convex di ICE BSD, Rabu (21/5/2025).

Hal-hal tersebut mencakup perubahan regulasi besar-besaran di sektor hulu migas, termasuk percepatan perizinan dan fleksibilitas skema kontrak bagi hasil.

“Bagi KKKS yang sudah kita serahkan kewenangannya, tetapi masih lambat, secara undang-undang, 5 tahun harus dicabut [izinnya dan dikembalikan] ke negara. Dan kita tawarkan ke KKKS lain yang mau kerjakan. BUMN pun bisa.”

Bahlil pun mengumumkan Kementerian ESDM berencana membuka lelang 60 WK migas dalam 2—3 tahun ke depan. Terlebih, Indonesia memiliki potensi migas dari 128 cekungan, tetapi sebanyak 68 di antaranya belum digarap.

“Kita bisa percepat. Bahkan, di beberapa area seperti di Natuna, ada gas kita 222 TCF, tetapi memiliki CO2 72%, ada yang 45%. Bahkan, minyaknya ada yang 30.000 barel. Artinya, cadangan kita masih cukup luar biasa,” ujarnya.

(wdh)

No more pages