Logo Bloomberg Technoz

Keputusan untuk menempatkan satu brigade penuh di Lituania merupakan bagian dari perubahan strategi pertahanan NATO menyusul invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022. Kebijakan ini juga datang setelah tekanan berbulan-bulan dari pemerintah Lituania—negara Baltik yang berbatasan langsung dengan eksklave Rusia di Kaliningrad dan sekutu Kremlin, Belarus.

Merz diperkirakan akan menyampaikan pesan serupa dengan pendahulunya, Olaf Scholz, yang tahun lalu berjanji bahwa Jerman akan membela "setiap jengkal wilayah" milik tiga negara Baltik anggota NATO jika terjadi serangan dari Rusia.

Saat ini terdapat sekitar 400 tentara Jerman yang sudah berada di Lituania, dan jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi 500 orang pada akhir tahun, menurut Kementerian Pertahanan Jerman.

Tentara Jerman juga telah memulai latihan dan kegiatan pelatihan di lapangan yang akan semakin ditingkatkan dalam beberapa bulan ke depan, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman.

Pada Februari 2026, pasukan multinasional NATO yang kini ada di Lituania akan berada di bawah komando Panzer Brigade 45. Dengan itu, jumlah personel akan meningkat menjadi 1.800 orang. Menjelang musim panas 2026, Jerman menargetkan hampir 2.000 tentara telah ditempatkan di negara tersebut.

Namun, keberhasilan pengiriman satu brigade penuh pada akhir 2027 juga bergantung pada kecepatan pemerintah Lituania dalam membangun infrastruktur dan akomodasi untuk tambahan 3.000 personel militer lainnya.

Lituania sendiri tengah meningkatkan anggaran pertahanannya hingga 5,25% dari PDB untuk memperkuat angkatan bersenjata nasional sekaligus menjadi tuan rumah brigade Jerman. Pemerintah Lituania memperkirakan akan menggelontorkan sekitar €1 miliar untuk membangun fasilitas militer dan pelatihan bagi pasukan Jerman.

Tantangan lain yang dihadapi adalah kesulitan Jerman dalam menarik minat generasi muda untuk bergabung ke militer. Untuk mengatasi hal ini, Berlin baru saja mengesahkan undang-undang yang meningkatkan gaji dan kondisi kerja bagi personel yang ditugaskan ke luar negeri, termasuk ke Lituania.

Perluasan kehadiran militer Jerman di kawasan Baltik juga membuka peluang investasi bagi Rheinmetall, raksasa industri pertahanan Jerman. Tahun lalu, Rheinmetall menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Lituania untuk membangun pabrik amunisi di negara tersebut. Fasilitas ini ditargetkan memproduksi puluhan ribu peluru artileri setiap tahun serta menciptakan sedikitnya 150 lapangan kerja baru.

Rheinmetall juga tengah menjajaki kerja sama dengan negara tetangga, Latvia, untuk mendirikan fasilitas produksi pertahanan dalam negeri, sebagaimana dilaporkan sebelumnya oleh Bloomberg News.

(bbn)

No more pages