Logo Bloomberg Technoz

"Menurut perkiraan pusat, di antara lansia berusia 65 tahun ke atas, 75% dari mereka yang tinggal di panti jompo dan 90% yang tinggal di tengah masyarakat belum mendapat vaksin penguat. Saya kembali mengimbau warga yang berisiko tinggi (baik lansia maupun yang memiliki penyakit kronis) untuk melakukan vaksinasi sedini mungkin," ungkap Tsui.

Pekerja kesehatan di China menggunakan baju khusus tangani pasien Covid-19. (Sumber: Bloomberg)

Profesor Lau Yu-lung, Ketua Komite Ilmiah Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Vaksin sekaligus profesor pediatri di Universitas Hong Kong, mengatakan, meski data terbaru menunjukkan tren peningkatan kasus Covid-19, dampaknya bagi individu dan masyarakat sepertinya tidak separah tahun 2023 dan 2024.

"Melihat kembali pada Maret 2024, puncak tertingginya sekitar 400.000. Data objektif ini, yang tidak bergantung pada tingkat pengujian, menunjukkan penularan di tengah masyarakat memang lebih tinggi saat ini daripada puncaknya pada tahun 2024."

Namun Lau menekankan bahwa jumlah kasus parah dan kematian tidak mengikuti peningkatan kasus yang sama.

"Jika kita melihat kasus-kasus serius dan membandingkannya, angka-angka tahun 2025 lebih rendah dari tahun sebelumnya," bebernya.

Lau mengaitkan penurunan kasus parah dan fatal dari tahun ke tahun dengan sifat virus corona yang terus berkembang dan respons kekebalan adaptif tubuh.

"Hampir tidak mungkin menghentikan penyebaran Covid-19. Individu mungkin akan mengalami infeksi kedua, ketiga atau bahkan keempat, tetapi infeksi berikutnya cenderung lebih ringan. Pada infeksi keempat, banyak yang mungkin tidak bergejala," jelas Lau.

Lau mengatakan, meski tingkat antibodi berkurang setelah sekitar tiga hingga enam bulan, sel-sel memori tubuh, khususnya sel-T, memberikan perlindungan yang lebih tahan lama.

Menurutnya, setiap infeksi berikutnya berfungsi untuk "mendidik" sel-sel T ini, meningkatkan kemampuan mereka untuk bertahan melawan varian baru, yang sebagian besar masih keturunan dari varian Omicron.

"Paling penting, orang-orang yang paling rentan, lakukan vaksinasi untuk meningkatkan tingkat antibodi mereka dan berpotensi mencegah dampak yang parah," imbau Lau.

(ros)

No more pages