Logo Bloomberg Technoz

“Kelompok ini hadir sebagai respon atas kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan bom dan bius oleh nelayan dari luar pulau. Kami juga rutin melakukan monitoring ekosistem di wilayah Taman Wisata Perairan Kapoposang untuk memastikan keamanan dan kelestarian laut di sini,” jelas Umar, Ketua Kelompok tersebut.

(Dok. BRI)

Upaya masyarakat Kapoposang mendapat dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Menanam – Grow & Green: Coral Reef, yang dimulai sejak tahun 2023. Program ini hadir lewat kolaborasi BRI bersama Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia (YEKHALI).

“Khususnya bagi anggota kelompok yang terlibat, program ini juga memberikan pengetahuan baru tentang rehabilitasi terumbu karang, pertolongan pertama, serta kemampuan dasar sebagai pemandu wisata. Semua pelatihan ini tentunya menjadi bekal penting untuk mendukung pelestarian laut sekaligus membuka peluang dalam sektor pariwisata bahari di Pulau Kapoposang,” ungkapnya.

BRI Peduli juga telah melakukan transplantasi 1.500 fragmen terumbu karang dengan 100 unit reef star di area seluas 1.000 meter persegi di perairan Kapoposang. Selain itu, 10 warga mendapatkan sertifikasi Rescue Diver, EFR, dan CPR berstandar PADI, serta 15 orang menerima sertifikasi Pemandu Wisata Selam berstandar BNSP.

“Kami terus berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan ekosistem laut sebagai aksi nyata BRI dalam memerangi perubahan iklim. Semoga kegiatan transplantasi karang yang sedang berjalan dapat memberikan manfaat bagi keberlanjutan dan kelestarian alam, khususnya ekosistem laut di Pulau Kapoposang. Program ini juga harapannya bisa membantu mendorong ekonomi masyarakat setempat,” ujar Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi.

Tak hanya konservasi, masyarakat juga terlibat dalam edukasi lingkungan seperti penyelamatan penyu, pembersihan pantai, hingga pelepasan tukik ke laut. Program BRI Menanam di Kapoposang menjadi bagian dari pelaksanaan nasional di empat titik: Maratua (Kalimantan Timur), Karampuang (Sulawesi Barat), Gili Matra (Nusa Tenggara Barat), dan Kapoposang (Sulawesi Selatan). Total lebih dari 5.448 fragmen karang telah ditransplantasi di area konservasi seluas 0,44 hektare, melibatkan 10 kelompok lokal dan 50 lebih anggota masyarakat.

Langkah bersama ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga, tetapi dapat tumbuh dari kesadaran dan aksi kolektif masyarakat lokal yang mencintai lingkungannya.


(tim)

No more pages