Pengamat: Stok Kedelai AS Menipis, RI Bisa Geser Impor ke Brasil
Lisa Listiani
13 May 2025 13:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga kedelai melonjak ke level tertinggi dalam tiga bulan setelah Departemen Pertanian AS (USDA) melaporkan bahwa stok domestik untuk tahun pemasaran 2025–26 diperkirakan turun hampir 16% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 295 juta bushel (8 juta metrik ton), menurut data Bloomberg. Hal ini mau tak mau bakal mempengaruhi pasokan kedelai di Indonesia.
Apalagi, merujuk data USDA, pada tahun 2023-2024, sekitar 88% pasokan kedelai di Indonesia diperoleh dari Amerika Serikat. Sehingga mau tak mau, Indonesia musti mencari pasokan bahan baku tahu dan tempe ini.
Dwi Andreas Santoso, Pengamat Pangan IPB mengatakan bahwa saat ini Indonesia mengandalkan impor dari tiga negara yakni Brasil, Argentina dan juga Amerika Serikat.
“Produksi kedelai di Amerika Serikat dan Argentina memang menurun, tapi Brasil meningkat, mungkin kita akan beralih ke Brasil” katanya saat dihubungi Bloomberg Technoz, Selasa (13/5/2025).
Selain itu, Dwi menilai tidak akan ada kekurangan pasokan kedelai, apalagi di tahun 2025 hingga 2026 diprediksi akan mencatatkan peningkatan hingga sebesar 1%.































