TNI AD saat ini tengah melakukan investigasi lapangan untuk memastikan penyebab dari ledakan tersebut, mendata korban dan berkoordinasi dengan Rumah Sakit setempat, menghimbau warga agar tidak mendekat ke lokasi, serta melaporkan ke pimpinan terkait dengan insiden tersebut.
Brigjen Wahyu mengatakan diduga ledakan terjadi secara tiba-tiba saat anggota pemusnah sedang menyusun detonator di salah satu lubang untuk meledakkan amunisi afkir. Namun, sebelum detonator diaktifkan, lubang yang telah disusun sebelumnya meledak terlebih dahulu.
“Saat tim penyusun munisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia,” kata Brigjen Wahyu.
(dhf)
No more pages






























