Demikian pula kata dia, resisten obat tuberkulosis ini masih berada di bawah angka 80%. Sementara itu, Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) dikategorikan masih sangat rendah berada di angka 19,4%.
“Nah untuk pencegahan ini memang agak berkurang karena, kita juga sudah melakukan melalui e-learning system."
Bila melihat data anggaran penanggulangan tuberkulosis anggaran untuk pencegahan pada tahun 2025 hanya Rp182 miliar, turun dari anggaran tahun 2024 yang masih mencapai sekitar Rp204 miliar.
“Hal itu dilakukan untuk research (penelitian), vaksin dan beberapa hal untuk melakukan pengadaan tuberkulosis untuk pencegahan," ujarnya.
Sementara itu, anggaran pengobatan tuberkulosis di tahun 2025 juga mengalami penurunan menjadi sekitar Rp633 miliar dari anggaran tahun 2024 sekitar Rp1 triliun.
(dec/spt)































