Logo Bloomberg Technoz

Identitas Global WorldID Dikecam karena Celah Privasi-Eksploitasi

Pramesti Regita Cindy
06 May 2025 09:15

Mesin Orb pemindai atau scan bola mata dari World App milik Tools for Humanity, startup inisiator WorldID. (Bloomberg)
Mesin Orb pemindai atau scan bola mata dari World App milik Tools for Humanity, startup inisiator WorldID. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Proyek dari World App, yakni Worldcoin dan WorldID menjanjikan sistem identitas digital global berbasis pemindaian (scan) iris mata. Namun hal tersebut tidak lepas dari kritik tajam dari berbagai kalangan akademisi, pakar privasi data, dan aktivis teknologi. 

Meskipun diklaim bertujuan memperluas inklusi digital dan membangun keadilan dalam distribusi ekonomi digital, proyek ini dinilai penuh celah etis, hukum, dan teknis.

Sejak diluncurkan, Worldcoin-WorldID disebut belum mempublikasikan white paper atau kode sumbernya untuk evaluasi publik. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan validitas klaim keamanan datanya. 


Edward Snowden seorang whistleblower dari National Security Agency menyindir keras proyek ini lewat cuitannya, "Mereka bilang 'kami menghapus pemindaian!' Ya, tapi kalian menyimpan hash-nya," ungkapnya sebagaimana mengutip dari MIT Technology, Selasa (6/5/2025).

Kerentanan Teknologi dan Ancaman Keamanan

Di sisi lain, keamanan perangkat "Orb" pemindai iris juga diragukan. Jeremy Clark, profesor kriptografi dari Concordia University memperingatkan tidak ada teknologi yang 100% aman—dan semakin besar potensi nilai datanya, semakin besar pula peluang untuk meretasnya.