Sementara indeks saham masih stabil dengan penguatan 0,49% di level 6.849. Pada pembukaan perdagangan sesi kedua hari ini, IHSG juga makin menguat 0,6% ke level 6.855.
Adapun harga surat utang RI belum bangkit, masih tertekan sejak pembukaan pasar tadi di mana yield 1Y masih naik 3,1 bps dan tenor 10Y berubah sedikit naik 0,3 bps.
Angka pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah ketimbang prediksi tersebut salah satunya karena konsumsi domestik yang tak mampu mengungkit pertumbuhan kendati pada Maret lalu berlangsung Ramadan dan Idulfitri.
Belanja pemerintah bahkan terkontraksi pada kuartal pertama lalu, sebesar -1,38%.kemungkinan karena tidak adanya event khusus yang mengerek nilai pengeluaran sebagaimana pada kuartal 1-2024 ketika terjadi penyelenggaraan Pemilu pada Februari 2024.
Konsumsi rumah tangga juga cuma naik 4,89%, tak mampu menyentuh di atas 5% sebagaimana biasanya ketika terjadi musim perayaan. Pada saat yang sama, pertumbuhan investasi (PMTB) juga melambat dengan pertumbuhan hanya 2,12% pada kuartal pertama.
Adapun ekspor barang dan jasa masih tumbuh 6,78% year-on-year. Untuk pengeluaran konsumsi LNPRT mencatat kenaikan 3,07%.
Konsumsi rumah tangga masih menyumbang pertumbuhan terbesar dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 2,61% dari angka pertumbuhan kuartal pertama.
-- update pergerakan rupiah dan IHSG.
(rui)



























