Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham RI Sudah Pulih dari Terjangan Tarif Trump

Redaksi
24 April 2025 11:54

Pelajar melihat layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar melihat layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa saham Indonesia menunjukkan resiliensi luar biasa dengan menghapus kerugian yang terjadi sejak pertama kali Presiden AS Donald John Trump mengguncang pasar global dengan kebijakan tarif resiprokal pada awal April.

Sampai data penutupan perdagangan 23 April, IHSG telah membukukan kenaikan 10,62% dari titik terendah yang pecah karena vonis tarif Trump menempatkan dunia dalam situasi perang dagang yang panas. Itu berarti, penurunan selama periode 'tsunami tarif' sudah terhapus.

Level penutupan terendah IHSG terjadi pada 9 April di posisi 5.967, di mana sehari sebelumnya indeks ambles sampai 9% pada hari pertama transaksi pasca libur panjang. Kemarin, IHSG ditutup menguat di 6.634. Sampai jelang berakhirnya sesi pertama hari ini, IHSG melanjutkan reli dan sempat menyentuh level tertinggi intraday di 6.696.


"Di tengah ketegangan global akibat babak baru perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, pasar saham Indonesia justru menunjukkan daya lenting yang luar biasa. Ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar saham dengan pemulihan tercepat di dunia, mengungguli bursa saham negara lain baik di negara maju maupun berkembang," kata Chief Economist Trimegah Securities Fakhrul Fulvian dalam catatan yang diterima Bloomberg Technoz, Kamis (24/4/2025).

Walau bila dihitung sejak posisi akhir tahun lalu, IHSG masih membukukan penurunan 5,89% seperti ditunjukkan oleh Bloomberg.