Logo Bloomberg Technoz

Para officer MIIT juga mengatakan kepada produsen mobil bahwa mereka tidak boleh mengadakan acara uji coba yang melibatkan pelanggan sebelum sebuah produk diselesaikan.

Lantas, mereka tidak boleh mengizinkan pengemudi menggunakan fitur parkir otomatis (self-parking) kecuali mereka benar-benar berada di dalam kendaraan, kata mereka. Di China, beberapa produsen mobil memiliki fungsi yang memungkinkan pengemudi keluar dari mobilnya sementara mobil parkir sendiri di tepi jalan.

Perwakilan dari MIIT tidak menanggapi permintaan komentar.

Aturan baru ini dapat berarti peluncuran smart cockpit dan sistem bantuan pengemudi yang akan datang bakal tertunda selama berbulan-bulan.

Li Auto Inc. dan Xpeng Inc. adalah beberapa produsen mobil yang telah melakukan pengujian di masa lalu, di mana mereka mengundang ribuan pengguna untuk ambil bagian dan membantu menilai teknologi mereka. Acara semacam itu akan dilarang di masa mendatang.

Secara lebih luas, hal ini akan menjadi pukulan bagi sebagian besar produsen mobil mengingat mobil pintar yang dikemas dengan fitur-fitur mengemudi secara cerdas merupakan nilai jual di China.

Ilustrasi fitur driving assistance di mobil pintar. (Bloomberg)

Tesla Inc. meluncurkan produk yang dipasarkannya sebagai Full Self Driving (FSD) di China awal tahun ini sementara BYD Co. mengatakan bahwa mereka berencana untuk menyediakan sistem bantuan pengemudi canggih di sebagian besar modelnya tanpa biaya tambahan.

Pembatasan tambahan dari pemerintah China ini juga dilakukan hanya beberapa minggu setelah kecelakaan yang melibatkan kendaraan listrik Xiaomi Corp.

Kendaraan listrik Xiaomi SU7 yang menewaskan tiga orang. Mobil tersebut mengaktifkan fitur Navigate on Autopilot kurang dari 20 menit sebelum kecelakaan.

Peringatan dikeluarkan karena pengemudi tampaknya tidak berpegangan pada setir. Beberapa detik setelah peringatan lain dikirim tentang rintangan di jalan dan kemudian  pengemudi mengambil alih kendali stir, mobil Xiaomi SU7 menabrak pagar beton di sisi jalan. Polisi masih menyelidiki kecelakaan tersebut.

Bahkan sebelum kecelakaan fatal Xiaomi, para pejabat di China telah mulai memasang pagar pembatas di sekitar teknologi bantuan pengemudi.

Pada bulan Februari, dikeluarkan pedoman tentang pembaruan perangkat software over-the-air (OTA), yang secara rutin digunakan oleh produsen mobil untuk memperbarui art cockpit di dalam mobil dan sistem bantuan pengemudi. 

Salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi frekuensi pembaruan, yang oleh pihak berwenang dianggap sebagai perbaikan terburu-buru untuk sebuah produk cacat. Aturan baru ini mengharuskan laporan terperinci tentang pembaruan untuk diajukan terlebih dahulu ke lembaga pemerintah. Pembaruan yang dianggap mencakup perubahan besar harus disetujui sebelum diluncurkan, kata kementerian pada bulan Februari.

Tesla mulai menerima pesan tersebut. Nama bahasa Mandarin untuk FSD, yang awalnya merupakan terjemahan harfiah dari versi bahasa Inggris, diubah menjadi “Advanced Driver Assistance Function” pada bulan Maret.

(bbn)

No more pages