Logo Bloomberg Technoz

Sentimen Risk-Off Menguat, Rupiah Bisa Tertekan Kian Lemah

Tim Riset Bloomberg Technoz
17 April 2025 08:00

Ilustrasi Rupiah. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi Rupiah. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah diperkirakan akan semakin tertekan dalam perdagangan pasar spot hari ini di tengah sentimen risk-off yang meningkat di pasar global pasca pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell serta 'vonis' pengenaan tarif Amerika Serikat (AS) kepada Tiongkok hingga 245%.

Dana global berbondong-bondong menyerbu aset safe haven seperti emas hingga komoditas berharga itu kembali memecahkan rekor tertinggi baru di US$ 3.357,78 per troy ounce. Para pemodal juga menyerbu surat utang AS, US Treasury, di mana yield-nya terpangkas ke 4,288% untuk tenor 10Y. 

Indeks dolar AS, sebaliknya, semakin ditinggalkan hingga ditutup melemah kemarin 99,38, menyusul langkah investor global menyerbu valuta safe haven seperti franc Swiss, euro juga poundsterling.


Pelemahan indeks dolar AS dini hari tadi memberi ruang penguatan pada rupiah offshore. Rupiah NDF ditutup menguat 0,11%. Namun, pagi ini rupiah forward kembali melemah di kisaran Rp16.860/US$. 

Level tersebut masih cukup berjarak dengan posisi penutupan rupiah spot kemarin di Rp16.825/US$. Hal itu memberi sinyal, rupiah spot kemungkinan kembali melemah hari ini.