Logo Bloomberg Technoz

Sebaliknya, ketika perekonomian cerah dan pertumbuhan ke depan prospektif, emas cenderung ditinggalkan. Dana-dana pemodal global yang semula 'diparkir' di emas, akan keluar memburu aset dengan potensi cuan lebih tinggi, sehingga harga emas jadi terseret turun.

Dalam kondisi ekonomi baik-baik saja dan ekspansif ke depan, para pemilik dana akan cenderung mencari cuan di aset yang lebih memberi cuan tinggi, meski mungkin risikonya juga lebih besar. Misalnya, ke aset ekuitas alias saham. 

Selain itu, karena termasuk instrumen yang tidak memberikan imbal hasil alias yield, emas cenderung kurang diminati ketika tingkat imbal hasil di surat utang negara yang memberikan pendapatan tetap, terus naik. Meski dalam konteks terkini, hal itu masih menjadi tanda tanya mengingat ketika US Treasury sudah di 4,5%, harga emas malah terus memecahkan rekor baru.

Perbandingan pergerakan harga emas dunia, indeks saham, indeks dolar AS dan yield Treasury (Riset Bloomberg Technoz)

Pernah Turun 

Sebagai salah satu aset keuangan tertua, harga emas juga pernah berada dalam tren penurunan yang tajam.

Bila menilik grafik pergerakan harga emas sepanjang masa, pada sekitar akhir 2012 lalu, harga emas yang memecahkan rekor kala itu di level US$ 1.772, berangsur ambles sampai nadirnya pada akhir 2015, tenggelam di level US$ 1.061 per troy ounce. Penurunannya dalam rentang tiga tahun itu mencapai 40%.

Harga emas juga pernah turun pada kuartal tiga tahun 2022 setelah memecahkan rekor baru pada saat pandemi pecah tahun 2020. Dalam dua tahun itu, harga emas di pasar global tergerus 12,5%.

Selama setahun terakhir, harga emas sudah membukukan kenaikan 35% di pasar dunia. Sementara harga jual emas Antam, yang jadi salah satu acuan harga emas lokal, mencatat kenaikan sekitar 33% pada periode yang sama. Sedangkan bila menarik rentang pergerakan harga emas lokal dalam 10 tahun terakhir, kenaikannya mencapai 218% atau rata-rata naik 21,8% per tahun.

Kini, para analis dari bank-bank investasi global banyak yang merilis proyeksi baru yang memperkirakan harga emas bisa menembus level rekor lagi hingga US$ 4.500 per troy ounce. Situasi saat ini dinilai extraordinary di mana perekonomian dunia terancam pelemahan karena perang dagang.

Risiko fiskal Amerika Serikat dinilai membesar hingga mendorong terjadinya flight to safety dana global dari surat utang AS, Treasury, serta dolar AS, beralih ke emas dan valuta safe haven lain. Minat bank sentral besar, seperti bank sentral Tiongkok (PBOC) yang mengalihkan dana dari Treasury ke emas ditengarai menjadi salah satu jangkar yang menggiring harga emas terus melesat.

Bagi para investor emas ritel, sah-sah saja bila berminat memburu cuan emas ke depan. Dengan prospek dinilai masih cerah, potensi cuan dari pembelian emas mungkin memang masih terbuka.

Hanya, sebaiknya tetap memperhatikan hal-hal sebagai berikut sebelum memutuskan membeli emas:

Pakai 'Uang Dingin'

Berinvestasi di instrumen apapun, termasuk emas, pastikan Anda memakai 'uang dingin'. Pengertian uang dingin adalah uang yang memang belum akan butuhkan dalam waktu dekat, di luar dana darurat.

Bila dalam 6 bulan atau 12 bulan ke depan, Anda memiliki rencana pengeluaran besar, misalnya untuk renovasi rumah, membayar uang sekolah anak, atau keperluan lain yang butuh dana tunai cukup banyak, menempatkan ke emas mungkin bukan pilihan bijak.

Mengapa? Meski harga emas disebut potensial melanjutkan kenaikan, hal itu bukanlah jaminan 100%. Selain itu, bagi investor emas lokal seperti emas Antam, penting untuk mengetahui bahwa acuan harga jual emas kelak ketika Anda ingin mencairkan emas Anda, bukanlah di harga yang diumumkan oleh Antam saban hari itu. 

Acuan harga emas ketika seorang investor ingin menjual simpanan emasnya adalah harga buyback. Harga buyback emas Antam saat ini ada di kisaran Rp1.746.000 per gram. Sementara bila membeli emas Antam hari ini, harganya sudah di Rp1.896.000 per gram. 

Itu berarti bila Anda membeli tiga hari lalu ketika harga emas Antam mencapai Rp1.904.000 per gram, lalu tiba-tiba butuh uang tunai segera dan mau tidak mau menjual emas tersebut hari ini, Anda langsung rugi 8%. Itulah mengapa, investasi emas wajib memakai uang dingin dan diniatkan sebagai investasi jangka panjang agar bisa mendapatkan cuan maksimal.

Diversifikasi

Jangan pernah menempatkan semua telur dalam satu keranjang. Bila Anda memiliki dana 'menganggur', anggaplah sebesar Rp100 juta, hindari menempatkan 100% di emas semua.

Bagilah dana Anda ke berbagai instrumen lain agar risikonya juga bisa lebih seimbang. Misalnya, ke saham yang valuasinya sudah murah, lalu instrumen surat utang yang juga memberi yield menarik, bisa juga dilengkapi dengan pembelian valuta asing.

Karyawan meletakkan Logam Mulia kedalam dompet di Butik Emas Antam, Pulogadung, Kamis (10/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain itu, bila menyoal emas, merek emas di Tanah Air bukan hanya Antam. Di Indonesia, ada emas batangan bermerek emas UBS yang diproduksi PT Untung Bersama Sejahtera, pabrikan emas asal Surabaya yang sudah berdiri sejak 1971. Lalu, ada emas Galeri24 yang diproduksi oleh anak usaha PT Pegadaian. 

Kemudian, ada juga emas merek Lotus Archi produksi PT Lotus Lingga Pratama di bawah Archi Group milik taipan Peter Sondakh, pemilik Grup Rajawali yang sudah memproduksi emas sejak 1975 dengan spesialisasi emas sebagai hadiah atau suvenir. 

Merek emas lain yang ada di pasar adalah PAMP, akronim dari Produits Artistiques Métaux Précieux, yang berpusat di Ticino, Swiss. Emas PAMP termasuk pemain baru di Indonesia tapi di lingkup global merek ini sudah lebih dikenal.

Terakhir ada emas merek Wonderful Wish yang memiliki spesialisasi emas customized (personalisasi emas), bukan produksi masal, sehingga cocok untuk hadiah atau suvenir. Kadar emas Wonderful Wish adalah 99,3-99,4%. Sejauh hasil penelusuran, di Indonesia, hanya Antam dan UBS yang memiliki izin edar emas dengan kadar 99,99%.

Pilih yang Likuid

Emas Antam mungkin sejauh ini relatif lebih diminati karena merek yang lebih terkenal. Selain itu, emas Antam bisa dibeli bukan hanya di Butik Antam tapi juga di toko emas lain, serta bisa dijual di mana saja, tak selalu ke Antam. Ukurannya pun beragam dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Sedangkan emas UBS menjual mulai ukuran lebih kecil, dari 0,1 gram sampai 100 gram. Beli emas UBS bisa di Pegadaian maupun toko emas biasa, juga bisa ke platform marketplace UBS. Emas Archi dan Wonderful Wish bisa dibeli di platform terkait, tersedia dalam bentuk emas berdesain tematik yang cocok buat hadiah atau suvenir. 

Emas UBS memiliki keunggulan daya jual yang tidak menghitung tahun produksi emas. Jadi, emas lama dengan emas baru harga jualnya mengacu pada harga saat ini.

Sementara harga jual emas Antam kadangkala dipengaruhi oleh tahun pembuatan. Adapun emas PAMP mungkin lebih unggul di pasar internasional karena mereknya sudah dikenal di luar negeri.

Faktor likuiditas penting dipertimbangkan bila Anda berniat menjadikan emas tersebut sebagai investasi. Sebuah aset disebut likuid bila mudah dijual atau dicairkan menjadi uang dengan harga bersaing. Pastikan emas yang Anda beli memiliki sifat itu.

Emas Digital

Bila enggan repot menyimpan emas fisik dan menghindari risiko emas ilegal yang mungkin mempengaruhi harga jualnya kelak, Anda bisa menimbang investasi di emas digital yang saat ini banyak tersedia.

Karyawan menunjukkan emas batangan Galeri 24 Pegadaian dan Antam di Galeri 24, Jakarta, Selasa (21/5/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Emas digital berarti Anda membeli emas tanpa menanggung biaya cetak sehingga bisa lebih murah. Pembeli juga tidak perlu repot menyimpan emas fisik dan tidak perlu menanggung risiko kerusakan emas karena kesalahan penyimpanan, dan sebagainya.

Namun, harap dicatat, investasi emas digital juga perlu berhati-hati karena tetap memiliki risiko. Yaitu, risiko gagal cetak ketika provider atau platform emas digital kesulitan mencetak emas Anda.

Risiko lain adalah bila investor tidak bisa mencetak dan hanya bisa menjualnya secara digital di platform terkait dengan harga yang sudah dibatasi oleh platform. Ini yang sempat terjadi pada kasus-kasus emas digital beberapa waktu lalu.

(rui/aji)

No more pages