Logo Bloomberg Technoz

Dalam pernyataannya, Pemerintah Korea Selatan mengatakan, pungutan 25% untuk semua impor mobil ke AS mulai berlaku pekan lalu dan bea masuk baru ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap industri ini. 

Menurut data pemerintah, hal ini menjadi ancaman nyata bagi produsen mobil Korea Selatan karena AS menyumbang hampir setengah dari ekspor kendaraan senilai US$70,8 miliar pada tahun 2024. Mobil dan suku cadang mobil merupakan salah satu barang ekspor terbesar Korea Selatan ke AS.

Apa Kata Bloomberg Economics...

"Korea Selatan akan dikenai tarif resiprokal sebesar 25%, di samping tarif global 25% yang berlaku saat ini atas mobil, baja, dan aluminium—pukulan bagi ekonomi negara yang digerakkan oleh ekspor. Tim perdagangan Bloomberg Economics memperkirakan tarif tersebut bisa mengurangi ekspor ke AS hingga 50% dan membahayakan 2,5% dari PDB Korea."

— Adam Farrar, analis

Menurut Administrasi Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan AS, Korea Selatan menempati peringkat ketiga sebagai eksportir kendaraan terbesar ke AS, di belakang Meksiko dan Jepang. Bloomberg Intelligence memprediksi pungutan tersebut akan memangkas sekitar 0,1 poin persentase dari laju pertumbuhan PDB Korea Selatan.

Trump memuji komitmen Hyundai yang menginvestasikan rekor US$21 miliar di AS selama empat tahun ke depan, tetapi hal ini tidak membebaskan Korea Selatan dari kampanye pajak agresif Presiden AS.

Pemerintahan Trump juga telah mengenakan bea masuk tambahan sebesar 25% pada semua ekspor Korea Selatan, sehingga membuat ekonomi yang digerakkan oleh ekspor ini menjadi semakin rentan. Pemerintah telah mengirim Menteri Perdagangan Cheong Inkyo ke Washington untuk menegosiasikan tarif yang lebih rendah.

Tidak jelas apakah Gedung Putih akan mempertimbangkan upaya lobi semacam itu. Namun, Trump mengatakan pada Selasa bahwa prospek kesepakatan perdagangan dengan Korea Selatan "terlihat bagus" setelah berbicara dengan penjabat Presiden Han Duck-soo melalui sambungan telepon.

(bbn)

No more pages