Seperti yang diwartakan Bloomberg News, Presiden AS Donald Trump mempertegas sikapnya setelah kebijakan tarif tinggi memicu balasan dari China. Kegelisahan utama pasar adalah apabila tidak ada langkah untuk meredakan ketegangan, maka perekonomian global berisiko jatuh ke jurang resesi.
“AS memicu perang dagang global. Risiko resesi tinggi. Kami khawatir Trump telah memicu lingkaran umpan balik negatif dari konsumen dan bisnis yang berhati-hati mengurangi pengeluaran,” kata Paul Chew dari Phillip Securities Research.
Dalam catatan terbaru, selain menetapkan tarif balasan terhadap kebijakan Trump, China juga berjanji akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi ekonominya. Kantor berita Xinhua melaporkan Pemerintah akan mengambil “langkah-langkah tegas” untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasional.
“Pelaku pasar kini gelisah menyaksikan dua ekonomi terbesar dunia saling beradu tarif, dan khawatir keduanya bisa mengalami kerugian besar dalam konflik yang berkepanjangan,” tulis Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade, Sydney.
Di ASEAN sendiri, hantaman tarif Trump jauh lebih dahsyat di mana Kamboja dikenakan tarif sampai 49%, Laos 48%, Vietnam 46%, laul Myanmar 46%.
Disusul oleh Thailand dikenakan tarif 36%, Indonesia 32%, Malaysia 24% dan Filipina serta Singapura masing-masing 17% dan 10%.
Mengutip Ekonom Bloomberg Economics Tamara Mast Henderson dalam risetnya, dampak tarif Trump ke kinerja ekonomi negara-negara ASEAN bisa signifikan.
Dengan asumsi pengenaan tarif resiprokal sebesar 36% saja, tanpa adanya tarif retaliasi, ekspor negara-negara ASEAN ke AS bisa jatuh hingga 73%.
“Hal itu menunjukkan risiko penurunan yang besar terhadap Produk Domestik Bruto kawasan tersebut pada tahun 2030 yaitu sebesar 8,9% bagi Vietnam, lalu 4% bagi Thailand dan 3,6% bagi Malaysia serta 1% bagi Indonesia,” tulis Henderson dalam risetnya.
Pernyataan baru Trump menambah deretan sikap keras yang disampaikan oleh dirinya maupun para penasihat ekonomi utamanya, yang meningkatkan kegelisahan terhadap kemungkinan resesi.
Tarif awal 10% yang diterapkan secara menyeluruh telah mulai berlaku pada Sabtu lalu. Tarif yang lebih tinggi, termasuk 34% untuk China, akan diberlakukan minggu ini. Trump juga tengah mempertimbangkan tarif tambahan yang lebih spesifik per sektor. Namun, sektor-sektor tersebut akan dikecualikan dari tarif balasan yang telah diumumkan bulan ini.
(fad/aji)

























