Logo Bloomberg Technoz

Kini, nilai kekayaan Elon Musk tercatat menjadi US$ 302,2 miliar, anjlok US$ 130,3 miliar dibanding posisi akhir tahun lalu. 

Bukan cuma Musk yang 'menderita' penurunan nilai kekayaan. Jeff Bezos, taipan teknologi di balik Amazon juga mencatat penurunan kekayaan akibat kekacauan pasar buntut perang tarif Trump.

Daftar terbaru Bloomberg Billionaires Index pasca kejatuhan pasar global (Bloomberg)

Kekayaan Bezos kini menjadi sebesar US$ 195,5 miliar, turun US$ 7,6 miliar dalam sehari dan membawa nilai penurunan year-to-date sebesar US$ 45,2 miliar.

Saham Amazon yang termasuk dalam Magnificent 7, sebutan untuk tujuh saham teknologi kakap di Wall Street, amblas hingga 13,13% dalam dua hari perdagangan terakhir pekan lalu.

Pemilik Meta Platform, induk dari Facebook, Whatsapp, Instagram, juga Thread, Mark Zuckerberg juga menyaksikan kekayaannya menguap sampai Rp447,28 triliun dalam dua hari kekacauan di bursa akibat harga saham perusahaannya longsor 14,02%. 

Zuckerberg sudah kehilangan kekayaan sebesar US$ 28,1 miliar sepanjang tahun ini dan menjadikan total asetnya kini melorot 'tinggal' sebesar US$ 179,2 miliar. Namun, angka itu masih menempatkannya sebagai orang terkaya di dunia urutan ketiga.

Dalam gejolak besar pasar dua hari perdagangan pekan lalu, hanya ada satu nama yang masih mencatat kenaikan nilai kekayaan yang langka terjadi, yaitu pendiri Nike Inc., Phil Knight. Knight mencatat kenaikan kekayaan sebesar US$ 84 juta pada Jumat, setelah hari sebelumnya merugi hingga US$ 3 miliar.

Harga saham Nike naik 2,8% setelah Trump mengatakan baru saja melakukan pembicaraan via telpon yang produktif dengan Pemimpin Vietnam To Lam tentang kemungkinan menghapus semua tarif 46% yang dikenakan pada negeri berusia muda itu. Nilai kekayaan Knight kini tercatat sebesar US$ 28,4 miliar, masuk sebagai orang terkaya nomor 60 di dunia.

Bila mengacu pada nilai kerugian terkecil pada perdagangan Jumat lalu yang melanda para orang terkaya di dunia, pada jajaran 10 nama teratas, Steve Ballmer dan Sergey Brin adalah yang mengalami penurunan kekayaan terkecil, masing-masing 'hanya' turun sebesar US$ 4,4 miliar pada Jumat.

Steve Ballmer adalah pengusaha sektor teknologi yang pernah menjabat sebagai CEO Microsoft dan memiliki klub basket NBA Los Angeles Clippers. Sedangkan Sergey Brin adalah salah satu pendiri perusahaan teknologi kakap, Google. 

Menguap Rp8.879,4 triliun

Kejatuhan pasar saham akibat tindakan Trump menjatuhkan 'bom perang dagang' di Rose Garden pada 2 April lalu, tercatat telah merontokkan nilai kekayaan 500 orang terkaya di dunia, menurut catatan Bloomberg Billionaire.

Total penurunan nilai kekayaan para orang-orang paling tajir sejagat itu mencapai US$ 536 miliar, setara dengan Rp8.879,4 triliun, hanya dalam dua hari perdagangan pekan lalu, akibat kejatuhan indeks S&P 500 hingga 10,5% dan Nasdaq Composite 11,4%.

Nilai kekayaan 500 orang paling tajir sedunia ambles akibat pergolakan tarif Trump (Bloomberg)

Pada hari Jumat saja, nilai kekayaan 500 orang terkaya di dunia itu tergerus sampai US$ 329 miliar, terbesar sejak longsor kekayaan yang terjadi ketika pandemi pecah tahun 2020 lalu.

Hampir semua 90% triliuner yang dilacak oleh Bloomberg anjlok kekayaannya rata-rata 3,5% pada Jumat.

Beberapa nama orang terkaya bahkan terlempar dari daftar 500 teratas gara-gara kemelut pasar akibat kebijakan tarif Trump.

Di antaranya, Ernest Garcia III, CEO Carvana Co., perusahaan jual beli mobil bekas online, yang mencatat penurunan nilai kekayaan hingga US$ 2 miliar pekan lalu karena saham perusahaannya itu amblas sampai 28%.

Buffet masih untung

Yang menarik, dalam daftar 10 besar orang terkaya di dunia dalam Bloomberg Billionaire Index tersebut, ada satu nama yang muncul sebagai satu-satunya triliuner yang masih membukukan kenaikan nilai kekayaan sepanjang tahun ini. 

Dialah 'Oracle of Omaha', si peramal dari Omaha, investor legendaris yang sering menjadi rujukan para pengikut aliran value investing, yaitu Warren Buffet.

Kekayaan Buffet bertambah sebesar US$ 12,7 miliar sepanjang tahun ini (year-to-date) menjadi sebesar US$ 154,3 miliar atau setara Rp2.556,1 triliun.

Meski pada Jumat kemarin nilai kekayaan Buffet juga tergerus sebesar US$ 10,7 miliar akibat kejatuhan harga saham perusahaan investasi yang ia miliki, Berkshire Hathaway, di tengah turbulensi pasar yang tajam menjatuhkan indeks saham ke level terlemah lima tahun.

Buffet terindikasi telah lama mengurangi posisi aset-asetnya di saham termasuk saham teknologi besar seperti Apple. Ia lantas mengalihkannya ke aset kas atau setara kas seperti surat utang tenor pendek, sampai nilainya luar biasa besar. Buffet seakan telah mencium bahwa hari-hari gelap di pasar seperti saat ini, memang akan terjadi. 

Dalam informasi publik terakhir yang dirilis, investor kawakan berusia 92 tahun itu, melalui perusahaan investasi yang ia miliki yaitu Berkshire Hathaway, tercatat memiliki aset kas atau setara kas sebesar US$ 325,2 miliar. Dengan kurs JISDOR terakhir, angka itu setara dengan Rp5.387,2 triliun.

Buffet menjual saham ketika harganya tengah naik dan pasar masih hijau, serta tak segan mengalihkannya ke instrumen lebih konservatif dengan potensi return lebih kecil ketimbang saham.

Alhasil, di kala kini harga saham berjatuhan, Buffet telah mengamankan cuan dan memiliki posisi kas sangat besar untuk bisa menyerok saham-saham yang harganya sudah berjatuhan di bawah nilai wajarnya.

Strategi itu pula yang agaknya membawa Buffet masih mencatat pertumbuhan positif nilai kekayaan sepanjang tahun ini.

(rui)

No more pages