Logo Bloomberg Technoz

Tesla tidak segera menanggapi surel permintaan komentar di luar jam normal Amerika Serikat (AS). Perwakilan Kementerian Perhubungan Jalan dan Jalan Raya India juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Ketegangan geopolitik yang meningkat antara China dan AS telah menyebabkan perusahaan global berpacu mencari basis alternatif untuk pabrikan dan rantai pasok mereka. Dalam hal ini, India muncul sebagai pasar yang menarik bagi perusahaan internasional di tengah meningkatnya permintaan untuk produk elektronik mulai dari ponsel pintar hingga EV di negara berpenduduk terpadat di dunia itu.

Diskusi antara Tesla dan India menemui jalan buntu tahun lalu setelah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi bersikeras menjual mobil buatan lokal. Di sisi lain, Tesla ingin India mengimpor terlebih dahulu dengan pajak yang lebih rendah untuk mengukur permintaan. India tidak ingin Tesla membawa mobil ke negara itu dari pabriknya di Shanghai.

Tesla berfokus untuk mendapatkan pemahaman yang kuat tentang kebijakan dan insentif lokal untuk industri EV sebelum memperkuat peta jalan untuk India, kata para sumber.

Perusahaan otomotif asal AS itu telah membuat tawaran ke negara-negara Asia lainnya untuk membuka pabrik. Pada November, sang CEO Elon Musk mengatakan dia menganggap Korea Selatan sebagai kandidat utama untuk investasi, menurut kantor Presiden Yoon Suk Yeol.

Musk mengatakan dia akan membuat keputusan investasi apapun setelah meninjau kondisi investasi secara komprehensif, termasuk seputar tenaga kerja dan teknologi.

Pada Januari, Bloomberg melaporkan Tesla juga mendekati kesepakatan awal untuk mendirikan pabrik di Indonesia yang akan memproduksi sebanyak 1 juta mobil per tahun.

(bbn)

No more pages