Diketahui beberapa Pemda, seperti Jakarta, Jawa Barat hingga Banten, mengeluarkan kebijakan yang melarang pelaksanaan karyawisata bagi sekolah.
Keputusan ini dibuat didasaran atas pertimbangan beberapa faktor, seperti masalah keselamatan dan efektivitas proses pembelajaran. Lalu, juga karena sejumlah kecelakaan belum lama ini melibatkan rombongan karyawisata.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) Ateng Aryono mengklaim sektor pariwisata selalu mengedepankan keselamatan dan kenyamanan, terutama dalam persiapan transportasi dengan pendekatan mendalam.
Menurut Ateng, aspek operasional angkutan, baik darat, laut, maupun udara, sudah terintegrasi dalam keselamatan. Namun, ada oknum yang sengaja mengabaikan standar keselamatan dengan menekan harga agar mendapat keuntungan besar.
"Senjata kompetitifnya adalah pricing umumnya, dan pricing itu mereka biasanya akan melakukan dengan upaya menekan harga serendah mungkin dan akhirnya itu menjadi pengabaian di beberapa aspek keamanan," jelas Ateng.
"Namun, banyak yang betul-betul punya izin dan melaksanakan seluruh perizinan [terkait angkutan laik jalan] dengan baik," tandasnya.
(dec/ros)































