Dalam daftar sanksi terbaru, 10 kapal tanker minyak dan bahan bakar serta 3 kapal tunda masuk dalam daftar yang diblokir.
Selain itu, Departemen Luar Negeri AS menjatuhkan sanksi terhadap tiga perusahaan yang "terbukti terlibat dalam transaksi signifikan terkait pembelian, akuisisi, penjualan, transportasi, atau pemasaran minyak dan produk minyak dari Iran."
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran bersedia melakukan pembicaraan langsung dengan AS jika Washington mengakhiri "tekanan dan ancaman" terhadap Iran. Pernyataan ini menjadi bagian dari serangkaian pernyataan antara pejabat Iran dan Trump terkait peluang kesepakatan nuklir baru.
Meski Trump kembali menerapkan kampanye tekanan maksimum terhadap Iran seperti pada periode sebelumnya, ia juga mengaku telah mengirim surat kepada pemimpin Iran untuk mendesak negosiasi perjanjian baru guna membatasi program nuklir Teheran. Sebelumnya, pada 2018, Trump menarik AS dari perjanjian nuklir internasional yang disepakati oleh pendahulunya, dan hingga kini belum ada perkembangan berarti untuk menghidupkan kembali kesepakatan tersebut.
(bbn)
































