Menurut Boehler, kesepakatan semacam itu bisa memungkinkan Israel memulangkan semua 59 sandera Gaza yang tersisa, dan "bukan hanya orang Amerika," merujuk pada segelintir warga negara ganda AS.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan, Israel berencana mengirim utusan ke Doha pada Senin (10/3/2025) untuk membahas negosiasi Gaza yang baru. Juru bicaranya, Omer Dostri, mengatakan bahwa tidak ada progres baru yang bisa dilaporkan untuk saat ini.
Hamas telah mengisyaratkan kesediaannya untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya, tetapi bukan roket dan senjatanya.
Gedung Putih mengonfirmasi pekan lalu bahwa Boehler telah berkontak secara langsung dengan Hamas.
“Saya pikir itu adalah pembicaraan yang sangat produktif,” ujar Boehler dalam acara Fox News Sunday. "Mereka mengidentifikasi beberapa peluang untuk bersatu."
Israel sudah "mengungkapkan sejumlah kekhawatiran" tentang kontak AS-Hamas. Namun, Boehler mengecilkan masalah ini, mengatakan: "Tidak ada keraguan dalam benak saya bahwa sekutu terbesar kami adalah Israel."
Pada Minggu, Menteri Energi Israel Eli Cohen mengatakan bahwa ia telah menghentikan pasokan listrik ke Gaza, sebagai alat menekan Hamas agar membebaskan para sandera.
Ditanya tentang hilangnya warga AS, Austin Tice, Boehler mengatakan kepada CNN bahwa ia akan segera pergi ke Suriah, tempat Tice menghilang sejak tahun 2012.
"Austin ada dalam daftar saya, dan saya akan pergi ke Suriah," tandasnya.
(bbn)






















