“Saat ini, IHSG sedang berkonsolidasi diantara support nya di 6.538 dan resistance nya di 6.745,” sebut riset BRI Danareksa Sekuritas.
Di perdagangan sepekan ini IHSG berpotensi untuk menguji area support-nya kembali di range level 6.500–6.538.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INCO, WIFI, dan LSIP.
Di sisi yang sama, Phintraco Sekuritas memaparkan, IHSG bertahan diatas MA-20 di kisaran level 6.630 seiring dengan pelebaran positive slope pada MACD.
Akan tetapi, Stochastic RSI mulai bergerak menuju overbought area. IHSG diperkirakan cenderung fluktuatif dalam rentang 6.550-6.750 di pekan ini.
“Dengan demikian, minor Bullish reversal IHSG kemungkinan menemui resistance kuat di 6.700 di awal pekan ini,” mengutip tulisan riset Phintraco.
Saham-saham pilihan versi Phintraco meliputi INCO, MYOR, ESSA, SMRA, SSIA, dan TINS.
Dari dalam negeri, pasar mengantisipasi rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Februari 2025 (pada Selasa besok) yang diperkirakan akan menguat ke level 127,5 dari level sebelumnya 127,2 di Januari 2025. Proyeksi ini menarik dicermati karena terjadi di tengah peningkatan risiko ketidakpastian global akibat perang tarif dan sejumlah isu penutupan/relokasi fasilitas produksi serta deflasi di dalam negeri.
Berbeda dengan kedua Analis di atas, Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menguat, “Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat.”
Penguatan IHSG nantinya akan didorong oleh, turunnya tensi dagang pasca pengecualian untuk produk dari Kanada dan Meksiko, dan tren penguatan nilai tukar Rupiah.
“Serta potensi sentimen positif pasca pertemuan Presiden Indonesia, Prabowo dengan investor, Ray Dalio dan beberapa konglomerat,” papar Panin Sekuritas.
Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup di zona hijau, menghadapi uji resistance 6.640-6.700. Area ini menjadi critical area untuk pergerakan IHSG pekan ini.
IHSG diharapkan mampu bertahan di atas MA-20 di 6.654, sehingga berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance MA-50 di 6.857.
“Namun jika IHSG memilih melemah, maka support terdekat berada di range 6.265-6355,” sebut Panin Sekuritas.
Sementara itu kembali adanya aksi jual investor asing berpeluang menjadi katalis negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.570-6.505 dan resist 6.700-6.770,” mengutip riset harian CGS International Sekuritas Indonesia.
(fad)























