Logo Bloomberg Technoz

Banyak Manfaat

Dia mengelaborasi jika pemerintah terbuka untuk melakukan aksi penyelamatan PT GNI, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh Indonesia.

Pertama, mendorong rantai pasok industri nikel domestik sehingga hasil produk seperti feronikel dan nickel pig iron (NPI) tidak harus berorientasi ekspor.

Dalam kaitan itu, Danantara melalui PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) dinilai bisa bekerja sama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk memperkuat hilirisasi dari smelter sampai produksi baterai kendaraan listrik dan penyimpanan tenaga baterai dari energi terbarukan.

“Jadi hilirisasi nya akan komplit didalam negeri,” kata Bhima.

Kedua, menyelamatkan 10.000 pekerja dari risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

“Ini bentuk perlindungan negara melalui Danantara yang paling konkret, yakni selamatkan pekerja dari risiko PHK di PT GNI sebelum tarik investasi baru yang tentu butuh waktu,” ujarnya.

Ketiga, memperbaiki tata kelola lingkungan seperti manajemen limbah, hingga menggantikan PLTU kawasan industri dengan sumber energi terbarukan.

“Saran jangka pendek, direksi Danantara segera bentuk tim untuk lakukan feasibility study atau studi kelayakan dan mulai proses negosiasi dengan pemilik saham PT GNI. Prosesnya harus cepat ya karena momentum jangan sampai lewat,” tuturnya.

Konstruksi proyek nikel PT Gunbuster Nickel Industry./dok. GNI

PT GNI sebelumnya menyebut saat ini manajemen tengah menghadapi masa transisi. Perusahaan pun mengaku menyadari ada kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan oleh karyawan dan pemangku kepentingan.

Hal ini merespons kabar gangguan produksi pada smelter nikel pirometalurgi PT GNI setelah perusahaan induknya, Jiangsu Delong di China, kolaps akibat gagal bayar utang.

"Kami memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses transisi ini," papar manajemen PT GNI dalam keterangan tertulis, Selasa (25/2/2025).

Manajemen menegaskan operasional perusahaan tetap berjalan seperti biasa selama perubahan manajemen operasional yang sedang berlangsung di tengah beberapa isu yang berkembang. Langkah ini diambil guna memperkuat struktur perusahaan dalam menghadapi tantangan industri ke depan.

Dalam keterangan tertulisnya, perseroan memastikan bahwa operasional tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh oleh kondisi tersebut, tanpa mengelaborasi detail kondisi yang dimaksud.

"Perubahan manajemen yang kami lakukan diharapkan dapat memperkuat struktur perusahaan dan membawa kami lebih siap dalam menghadapi tantangan industri ke depan," ungkap manajemen PT GNI.

Manajemen PT GNI juga menegaskan setiap keputusan yang diambil telah dipertimbangkan secara matang demi kepentingan jangka panjang seluruh pemangku kepentingan.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan tengah mengevaluasi kabar gangguan produksi yang berujung pada risiko penutupan operasional smelter PT GNI di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan kementeriannya tengah menyelidiki akar masalah yang menyebabkan gangguan produksi pada fasilitas peleburan dan pemurnian milik anak usaha Jiangsu Delong asal China itu.

“Jadi ya kita akan evaluasi dahulu. Setiap perusahaan itu kan ada permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Apakah benar ini permasalahannya adalah murni bisnis atau ada persoalan-persoalan, faktor lain, yang menyebabkannya,” kata Yuliot saat ditemui di kompleks parlemen, usai rapat dengan DPD RI, Senin (24/2/2025).

Smelter PT GNI memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1,9 juta ton bijih nikel per tahun, dengan nilai investasi ditaksir mencapai US$3 miliar. Sejak awal tahun, pabrik tersebut dikabarkan telah menyetop mayoritas dari lebih dari 20 lini produksinya.

Berbagai narasumber Bloomberg menyebut PT GNI telah menunda pembayaran pada pemasok sehingga tidak dapat memperoleh bijih nikel untuk diolah smelter-nya. Jika situasi berlanjut, menurut sumber-sumber tersebut, perusahaan kemungkinan akan segera menghentikan produksinya.

Selain akibat tekanan harga nikel yang terus turun, bisnis PT GNI dikabarkan terimbas oleh kejatuhan induk usahanya di China, Jiangsu Delong, akibat gagal bayar utang.

Selain PT GNI, Jiangsu Delong juga menjadi investor di balik proyek hilirisasi nikel di Indonesia yang dikelola PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Konawe dan Sulawesi Tenggara.

Kemenko Perekonomian sebelumnya melaporkan OSS, VDNI, dan GNI secara kumulatif telah menggelontorkan investasi senilai US$8 miliar, dengan penyerapan tenaga kerja lebih kurang 27.000 orang.

(wdh)

No more pages