Namun, perdagangan mulai tenang setelah awal tahun lalu penuh gejolak, di mana indikator volatilitas tersirat menurun karena pasar semakin tidak peduli pada berbagai perubahan yang ingin diterapkan Presiden AS Donald Trump.
Di sisi lain, ekspor dari Kurdistan semi-otonom Irak bisa dilanjutkan pekan ini, meski Turki mengatakan mereka belum menerima pemberitahuan tentang dimulainya kembali aliran ke pusat energi Ceyhan.
Sementara itu, Trump menyebut mitranya dari Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, sebagai seorang diktator. Ini memperparah kekhawatiran bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang tiga tahun dengan Rusia akan tercapai tanpa keterlibatan Kyiv.
Perjanjian damai apa pun dapat berdampak pada status barel minyak Rusia yang saat ini terkena sanksi.
Harga:
- WTI untuk pengiriman Maret, yang berakhir Kamis, turun 0,1% menjadi US$72,18 per barel pada pukul 8.22 pagi di Singapura.
- Kontrak April yang lebih aktif sedikit berubah pada US$72,07 per barel.
- Brent untuk pengiriman April ditutup 0,3% lebih tinggi pada US$76,04 per barel.
(bbn)




























