Selain Rosan Roeslani, nama Donny Oskaria yang merupakan wakil menteri BUMN juga diisukan akan menjadi ketua holding operasional dan Pandu Sjahrir yang merupakan keponakan Luhut yang sempat menjadi Wakil Bendara TKN kini juga dikabarkan akan masuk dalam jajaran petinggi Danantara.
Anggaran Danantara
Herman menambahkan, anggaran Danantara bersumber dari dividen yang diperoleh dari badan usaha milik negara (BUMN).
"Dari setiap dividen yang diperoleh BUMN, dana tersebut akan masuk ke badan pengelola investasi Danantara. Namun, Kementerian BUMN tetap memiliki saham merah putih sebesar 1%, yang memberikan kewenangan kepada Menteri BUMN untuk mengangkat dan memberhentikan direksi. Sedangkan 99% saham seri B dikuasai oleh BPI Danantara," jelasnya.
Herman juga menyoroti potensi besar Danantara dalam pengelolaan aset dan investasi nasional. Menurutnya, dividen BUMN saat ini mencapai Rp 300 triliun, di mana sekitar Rp 100 triliun dialokasikan untuk pengembangan BUMN, sementara Rp 200 triliun dapat menjadi kekuatan finansial bagi Danantara.
"Jika dana tersebut bisa dileverage hingga 5, 6, atau 7 kali lipat dalam proyek-proyek strategis nasional atau pengembangan hilirisasi dan industrialisasi, ini tentu akan menjadi penopang utama investasi dalam negeri," jelasnya.
Herman menegaskan bahwa pembentukan Danantara sejalan dengan visi nasionalisme ekonomi yang diusung Presiden.
"Presiden ingin Indonesia memiliki badan investasi yang kuat dan mandiri, agar tidak terus bergantung pada pihak luar. Oleh karena itu, semua pihak harus mendukung eksistensi Danantara agar dapat beroperasi secara maksimal," tutupnya.
(dhf)

























