"Pada dasarnya, kami mengenakan tarif 25%, tanpa pengecualian, untuk semua aluminium dan baja, dan ini berarti banyak bisnis akan dibuka di Amerika Serikat," kata Trump pada Senin (10/2/2025) saat ia menandatangani kebijakan tersebut di Ruang Oval.
Tarif logam yang disetujui Trump merupakan tindakan dengan jangkauan paling luas yang pernah dilakukannya untuk menghadapi defisit perdagangan AS dan memanfaatkan perdagangan global sebagai sumber pendapatan.
Trump mengesahkan tarif baru ini berdasarkan Pasal 232 dari Undang-Undang Perluasan Perdagangan, yang memberi presiden kewenangan luas untuk memberlakukan pembatasan perdagangan atas dasar keamanan dalam negeri.
2. Stop Uang Koin
Trump mengatakan telah memberi perintah pada Menteri Keuangan Scott Bessent untuk menghentikan produksi uang koin satu sen bergambar Abraham Lincoln lantaran biaya pembuatannya lebih mahal daripada nilainya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Trump untuk memangkas pemborosan anggaran nasional.
"Sudah terlalu lama AS mencetak uang receh yang menghabiskan biaya lebih dari 2 sen," ujarnya dalam unggahan di Truth Social. "Ini sangat boros!"
Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dipimpin Elon Musk mengatakan bahwa setiap sen menelan biaya pembuatan lebih dari 3 sen, sehingga membebani para pembayar pajak AS sekitar US$179 juta pada 2023.
3. Tarif Resiprokal
Trump menginstruksikan pemerintahannya untuk mempertimbangkan pemberlakuan tarif resiprokal pada sejumlah mitra dagang, yang meningkatkan prospek kampanye yang lebih luas terhadap sistem global yang menurut dia merugikan AS.
Di AS, Reciprocal Trade Agreements Act tahun 1934 menandai berakhirnya era proteksionisme dan memungkinkan negosiasi penurunan tarif dengan negara mitra.
Trump pada Kamis (13/2/2025) menandatangani instruksi, yang mengarahkan Perwakilan Dagang AS dan Menteri Perdagangan mengusulkan pungutan baru berdasarkan negara per negara untuk menyeimbangkan kembali hubungan perdagangan — proses menyeluruh yang bisa menghabiskan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk diselesaikan.
Howard Lutnick, kandidat Trump untuk memimpin Departemen Perdagangan, mengatakan bahwa semua studi harus selesai pada 1 April dan Trump bisa mengeksekusinya segera setelahnya.
4. Tarif Mobil
Trump juga akan mengumumkan tarif baru untuk impor mobil pada 2 April 2025. Langkah ini akan mengubah hubungan perdagangan global dan mendorong perusahaan memindahkan produksi ke AS.
"Kami akan melakukannya sekitar 2 April," kata Trump kepada wartawan di Oval Office, Jumat (14/02/2025), saat menandatangani perintah eksekutif terkait kebijakan energi.
Tarif baru ini bisa berdampak besar pada industri otomotif di Jepang, Jerman, dan Korea Selatan. Tahun lalu, sekitar 50% mobil yang dijual di AS merupakan produk impor. Data dari Global Data menunjukkan 80% mobil Volkswagen yang dijual di AS adalah impor, sedangkan Hyundai-Kia mengimpor sekitar 65% dari total penjualannya di AS.
Meski begitu, Trump belum memberikan rincian terkait besaran tarif atau cakupan kebijakan ini. Belum jelas pula bagaimana kebijakan ini akan memengaruhi kendaraan yang diproduksi di bawah perjanjian perdagangan bebas antara AS, Kanada, dan Meksiko, yang sebelumnya dinegosiasi ulang oleh Trump.
5. Bentuk NEDC
Trump memerintahkan pembentukan dewan khusus di Gedung Putih yang akan mengarahkan AS menuju "dominasi energi," dengan janji tindakan nyata akan dimulai pekan depan.
"Kita memiliki lebih banyak energi dibanding negara mana pun, dan sekarang kita akan memanfaatkannya," kata Trump di Oval Office pada Jumat (14/02/2025) saat menandatangani perintah eksekutif pembentukan dewan tersebut.
Dewan baru ini, yang dinamai National Energy Dominance Council (NEDC), akan dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, dan Menteri Energi Chris Wright sebagai wakilnya. Dewan ini bertugas merumuskan kebijakan energi di seluruh pemerintahan federal serta mempercepat perizinan, produksi, dan distribusi minyak, gas, listrik, serta sumber daya energi lainnya.
(prc/ros)






























