Layanan ini akan disertakan tanpa biaya tambahan untuk pengguna dengan paket Go5G Next yang paling mahal, menurut Mike Katz, presiden pemasaran, strategi, dan produk T-Mobile. Pelanggan Verizon dan AT&T akan dikenakan biaya US$20/bulan (sekitar Rp326.000).
Pada awalnya, layanan ini hanya akan mencakup SMS yang didukung satelit di wilayah tak terjangkau akses, tetapi perusahaan berencana untuk menambahkan layanan suara, pesan gambar dan layanan data lainnya di masa mendatang. “Pada dasarnya kami menempatkan menara seluler di luar angkasa,” kata Katz.
T-Mobile dan Starlink menawarkan SMS dan peringatan darurat di wilayah bencana tahun lalu, terlepas dari operator pengguna, dan kemudian menerima izin dari pemerintah untuk menawarkan layanan ini secara komersial.
Pengumuman hari Minggu ini menyusul laporan Bloomberg bahwa Apple Inc. menambahkan dukungan untuk jaringan Starlink dalam perangkat lunak iPhone terbarunya, memperluas pilihan di luar ponsel Samsung Electronics Co. yang sudah kompatibel di jaringan T-Mobile.
Apple secara terpisah menyediakan penawaran Globalstar Inc. yang memungkinkan konsumen mengirim teks dan menghubungi petugas tanggap darurat ketika berada di luar jangkauan seluler.
Verizon baru-baru ini menerima persetujuan dari regulator untuk mulai menguji coba kemitraan direct-to-cell-nya sendiri untuk SMS, data dan suara dengan AST SpaceMobile. Operator ini menayangkan iklan yang menampilkan astronot Apollo 11, Buzz Aldrin, dan menggembar-gemborkan kemampuannya pada penghargaan Grammy awal bulan ini.
(bbn)





























