Aturan Baru HBA
“Saya lagi memerintahkan ke Pak Dirjen [Minerba] agar menghitung betul HBA [harga batu bara acuan] kita dibandingkan dengan ICI [Indonesia Coal Index], yang lebih rendah dari HBA. Saya umumkan dalam waktu dekat, kami akan mempertimbangkan untuk membuat keputusan menteri agar HBA itulah yang dipakai untuk transaksi di pasar global," tegas Bahlil.
"Kalau ada perusahaan yang tidak mengikuti itu, maka kami punya cara untuk mereka bisa ikut. Bila perlu, kalau mereka enggak mau, ya kita tidak usah [berikan] izin ekspornya. Masak harga batu bara di negara lain dengan kita, kita dibuat lebih murah? Masak harga batu bara kita ditentukan oleh negara tetangga? Jadi negara kita harus berdaulat dalam menentukan harga komoditasnya sendiri,” ujarnya.
Produksi batu bara Indonesia terus meningkat sejak 2020. Pada tahun tersebut produksinya sebesar 564 juta ton dengan DMO sebesar 132 juta ton dan ekspor 405 juta ton.
Untuk 2021, produksi batu bara mencapai 614 juta ton, dengan DMO sebesar 133 juta ton dan ekspor 435 juta ton.
Pada 2022, produksi batu bara Indonesia kembali meningkat di angka 687 juta ton, dengan pasokan DMO sebesar 216 juta ton dan untuk ekspor mencapai 465 juta ton.
Kemudian, pada 2023 produksi batu bara Indonesia terus meningkat di angka 775 juta ton, dengan DMO sebesar 213 juta ton dan untuk ekspor meningkat sebesar 518 juta ton.
(mfd/wdh)































