Logo Bloomberg Technoz

"Partai Komunis China telah memperluas kampanye spionase ekonominya untuk menargetkan kebijakan keuangan dan rahasia dagang pemerintah AS untuk merongrong AS dan menjadi satu-satunya negara adidaya," kata Asisten Direktur FBI, David Sundberg, dalam pernyataannya.

Rogers didakwa atas tuduhan konspirasi melakukan spionase ekonomi dan membuat pernyataan palsu. Dia terancam hukuman penjara hingga 15 tahun atas dakwaan konspirasi tersebut.

Dibayar US$450.000

Rogers hadir di pengadilan federal di Washington pada Jumat dan dipenjara hingga sidang penahanan diadakan pada Selasa (4/1/2025). Ia diwakili oleh pengacara publik, yang belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Jaksa penuntut mengatakan konspirasi tersebut berlangsung dari Mei 2013 hingga Kamis (30/1/2025). Pada tahun 2023, Rogers dibayar sekitar US$450.000 sebagai profesor paruh waktu di sebuah universitas China. Pada Agustus tahun itu, ia mencoba mendapatkan salinan email dari dua spreadsheet berisi informasi rahasia milik The Fed.

Informasi yang paling sensitif dan sangat dilindungi di dalam bank sentral itu terkait dengan pertimbangan kebijakan dan keputusan suku bunga sebelum diumumkan ke publik.

Pernyataan yang dirilis setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang menghelat delapan pertemuan terjadwal dalam setahun, sering kali menggerakkan pasar obligasi dan saham di seluruh dunia, termasuk pasar obligasi pemerintah AS senilai US$28 triliun.

Berdasarkan data Departemen Keuangan AS, pada November 2024, China menjadi pemegang obligasi AS terbesar kedua dengan nilai US$768,6 miliar. Hanya Jepang yang memegang lebih banyak.

Data Rahasia

Menurut surat dakwaan, Rogers juga mencari kumpulan data ekonomi rahasia dan buku pengarahan untuk para gubernur yang ditunjuk, serta informasi sensitif tentang FOMC dan pengumuman yang akan datang. 

Tinjauan parsial terhadap catatan selama masa jabatan Rogers di The Fed tidak mengungkapkan kehadirannya dalam setiap pertemuan FOMC.

Rogers mencuri atau mencoba mencuri setidaknya enam rahasia dagang, termasuk buku pengarahan tahun 2018 berjudul International Economic Topics, dokumen tahun 2019 berisi catatan tentang pengarahan anggota dewan Federal Reserve, dan spreadsheet berisi informasi rahasia The Fed.

Kantor inspektur jenderal The Fed menginterogasi Rogers pada Februari 2020, dan dia "berbohong tentang akses dan penyebaran informasi sensitif, serta hubungannya dengan rekan-rekan konspiratornya," kata dakwaan tersebut.

Seorang juru bicara The Fed menolak berkomentar.

Dua dari konspiratornya bekerja untuk aparat intelijen dan keamanan China dan menyamar sebagai mahasiswa pascasarjana di Shandong University of Finance and Economics.

(bbn)

No more pages