Logo Bloomberg Technoz

Yuliot memerinci kapasitas pembangkit listrik diproyeksikan mencapai 443 GW pada 2060, 79% dari kapasitas tersebut berasal dari EBT. Sebanyak 425 dari 795 tersebut berasal dari Variable Renewable Energy (VRE), seperti tenaga surya dan angin yang didukung oleh teknologi penyimpanan energi.

Pemrakarsa Proyek

Apabila dilihat RUKN sampai dengan 2034, penambahan pembangkit RUKN sebesar 120 GW akan disediakan oleh PLN sebesar 71 GW, pemegang wilayah usaha (wilus) lainnya sebesar 28 GW, dan sisanya sebesar 21 GW yang fleksibel disediakan untuk PLN, pemegang wilus, dan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri (IUPTLS) lainnya.

Terkait dengan pengembangan transmisi, pemerintah akan mengembangkan teknologi smart grid dan integrasi sistem interkoneksi untuk meningkatkan efisiensi operasional. Pengembangan transmisi tersebut juga berfokus pada keandalan EBT.

“Akan dibangun transmisi backbone 500 kV dan 275 kV dan fishbone 150 kV. Selain itu, untuk antarpulau akan dilakukan interkoneksi,” papar Yuliot.

Rencana pengembangan tersebut mencakup interkoneksi utama seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga dan Sulawesi dengan implementasi bertahap hingga 2045.

“Kami menyadari bahwa untuk mewujudkan mimpi besar bangsa ini, diperlukan dukungan semua pihak dalam upaya bersama menuju transisi energi berkelanjutan,” ujarnya.

(mfd/wdh)

No more pages