Logo Bloomberg Technoz

Penggunaan kandungan biodiesel yang lebih tinggi pada mesin alat berat cenderung membutuhkan perawatan lebih intensif, terutama pada bagian filter bahan bakar untuk menghindari terjadinya clogging atau penyumbatan karena sifat biodiesel yang mudah mengikat air (higroskopis) dan mudah menggumpal.

ESDM Bantah 

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi membantah bahwa implementasi B35 merusak mesin kendaraan alat berat seperti dilaporkan Hinabi.

Menurutnya, seluruh jenis alat berat sudah siap mengimplementasikan mandatori biodiesel.  

“Sangat bisa, enggak ada alasan alat berat enggak bisa. Secara teknis hasilnya sudah jelas,” kata Eniya saat dihubungi dikutip Senin (20/1/2025).

Eniya menyebut kasus penurunan performa mesin yang terjadi pada sejumlah alat tersebut terjadi karena handling yang tidak tepat.

“Itu pasti karena handling-nya. Flogging sudah kasus lama. Jika dilakukan proses handling sesuai petunjuk maka tidak akan terjadi,” ujar Eniya.

Eniya memastikan bahkan uji teknis mandatori B40 saat ini sudah bisa digunakan pada kendaraan alat berat.

Saat ini pemerintah tengah melakukan masa transisi dari B35 yang telah berlaku sejak 1 Februari 2023 menjadi B40. Masa transisi merupakan periode untuk menghabiskan kapasitas B35 yang masih beredar di pasaran sebelum akhirnya menggunakan B40.

Penerapan B40 sejatinya telah terlaksana mulai 1 Januari 2025, tetapi baru akan sepenuhnya berlaku pada Februari 2025 karena masa transisi tersebut.

Kementerian ESDM melaporkan bahwa implementasi B35 RI telah menghemat devisa sebesar US$ 7,78 miliar atau setara dengan Rp122,98 triliun. Di sisi lain, penurunan emisi pada B35 sebesar 34,56 juta ton CO2 sementara pada B40 meningkat menjadi 41,46 juta ton CO2.

(mfd/wdh)

No more pages