Logo Bloomberg Technoz

Presiden Iran Ebrahim Raisi Wafat, Minyak Diramal US$82/Barel

Dovana Hasiana
21 May 2024 13:45

Produksi Petrokimia Iran di Zona Energi Ekonomi Khusus Pars./Bloomberg-Ali Mohammadi
Produksi Petrokimia Iran di Zona Energi Ekonomi Khusus Pars./Bloomberg-Ali Mohammadi

Bloomberg Technoz, Jakarta – Harga minyak dunia diproyeksikan diperdagangkan di level US$79,30/barel pada akhir kuartal ini, sebelum bergerak naik hingga US$82,13/barel dalam kurun 12 bulan, usai kematian Presiden Iran Ebrahim Raisi.  

Analis komoditas sekaligus Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan investor terus menilai perkembangan di Timur Tengah usai kematian Presiden Raisi dalam kecelakaan helikopter.

Selain itu, Sutopo mengatakan muncul kekhawatiran pasar soal kesehatan Raja Arab Saudi Salman.  

“Minyak mentah berjangka WTI turun menjadi sekitar US$79 per barel pada Selasa, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena investor terus menilai perkembangan di Timur Tengah setelah kematian presiden Iran dalam kecelakaan helikopter dan munculnya kekhawatiran kesehatan Raja Arab Saudi,” ujar Sutopo dihubungi, Selasa (21/5/2024). 

Pergerakan harga minyak sampai dengan Selasa (21/5/2024)./dok. Bloomberg


Sekadar catatan, minyak Brent untuk penyelesaian Juli turun 0,5% menjadi US$83,28/barel hari ini. Spread cepat – saat ini selisih antara kontrak Juli dan Agustus – adalah kemunduran sebesar 22 sen per barel. Sepekan lalu, kesenjangannya sekitar dua kali lipatnya.